Bishkek, Bharata Online - Konektivitas penerbangan langsung antara Kirgistan dan Tiongkok kini memasuki babak baru. Mulai 3 Agustus 2026, sebuah maskapai penerbangan Kirgistan akan meluncurkan layanan penerbangan berjadwal untuk rute Bishkek–Urumqi. Rute baru ini tidak hanya akan memfasilitasi perjalanan bisnis dan pengangkutan kargo, tetapi juga mendorong sektor pariwisata serta pertukaran budaya.
Ini merupakan kali pertama maskapai penerbangan Kirgistan mengoperasikan penerbangan sendiri menuju Tiongkok dari Bandara Manas. Meskipun saat ini rute tersebut menghubungkan Bishkek dan Urumqi, terdapat rencana untuk memperluas jaringan penerbangan ke kota-kota lain di Tiongkok di masa mendatang.
Penerbangan langsung antara Kirgistan dan Tiongkok sebenarnya sudah ada—melayani rute ke Beijing, Xi'an, Chengdu, Kashgar, Guangzhou, dan Urumqi, namun selama ini layanan tersebut hanya dioperasikan oleh maskapai asal Tiongkok. Penerbangan berjadwal baru yang dioperasikan oleh maskapai Kirgistan ini membuka peluang tambahan bagi pengembangan hubungan bilateral.
Kirgistan kini tidak lagi sekadar menjadi pengguna layanan penerbangan asing, melainkan telah menjadi partisipan penuh dalam pasar penerbangan. Hal ini memberikan fleksibilitas lebih besar dalam merencanakan pengangkutan kargo dan penumpang, mengurangi ketergantungan pada maskapai Tiongkok, serta membuka jalan bagi rute-rute baru di masa depan.
"Pada tahap awal, penerbangan akan beroperasi satu kali seminggu; frekuensinya akan kami tingkatkan kemudian sesuai dengan permintaan. Tiongkok menjadi tuan rumah bagi berbagai forum bisnis dan pameran tahunan berskala besar berkelas dunia, dan banyak sekali warga negara kami yang bepergian ke sana," ujar Nuradin Kasymov, CEO Aero Nomad Airlines.
Peningkatan konektivitas udara memiliki arti penting yang melampaui sekadar urusan bisnis. Ini juga menciptakan peluang baru bagi industri pariwisata. Menurut para pelaku usaha perjalanan wisata, minat masyarakat Kirgistan untuk berkunjung ke Tiongkok terus meningkat dari tahun ke tahun.
"Saat ini, Tiongkok bukan sekadar destinasi bisnis. Semakin banyak wisatawan yang ingin melihat Tembok Besar, Pasukan Terakota di Xi'an, kota-kota kuno, kota metropolitan modern, serta berbagai objek wisata alam. Tiongkok secara aktif mengembangkan pariwisata masuk (inbound tourism) dengan meningkatkan aksesibilitas transportasi dan menciptakan kenyamanan bagi pengunjung mancanegara," kata Operator Tur Kunduz Kaparova.
Perluasan konektivitas penerbangan langsung ini menegaskan semakin eratnya hubungan antara Kirgistan dan Tiongkok. Semakin mudah akses perjalanan, semakin besar pula prospek bagi sektor bisnis, pariwisata, investasi, dan pertukaran budaya.