Shaoguan, Bharata Online - Pemerintah Tiongkok telah berkomitmen untuk meningkatkan investasi dan koordinasi pada jaringan listrik nasional guna membantu meringankan tekanan terhadap pasokan listrik akibat pesatnya pertumbuhan sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI) di negara tersebut.
Di klaster Guangdong Shaoguan, salah satu dari sepuluh klaster pusat data nasional utama Tiongkok, kabinet komputasi cerdas merupakan perangkat keras inti yang mendukung pengoperasian model AI berskala besar. Satu unit kabinet dapat mengonsumsi listrik hingga 240 kWh per hari saat beroperasi dengan beban penuh.
Jumlah tersebut kira-kira setara dengan total konsumsi listrik rumah tangga rata-rata selama satu bulan. Selain peralatan komputasi itu sendiri, sistem pendukung seperti pendingin dan pengendali kelembapan juga menyedot daya listrik dalam jumlah besar.
"Kapasitas komputasi yang kami bangun telah meningkat dari 5.000 PetaFLOPS tahun lalu menjadi 30.000 PetaFLOPS saat ini, dan konsumsi listriknya melonjak hingga lima atau enam ratus kali lipat dibandingkan tahun lalu," ujar Xie Jinbao, Wakil Direktur Biro Pembangunan dan Reformasi Kota Shaoguan.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, konsumsi listrik pusat-pusat komputasi secara nasional meningkat sebesar 18,1 persen dibandingkan tahun 2024. Angka ini jauh melampaui tingkat pertumbuhan konsumsi listrik sebesar 5,2 persen untuk sektor rumah tangga dan bisnis lainnya di seluruh Tiongkok.
Untuk memenuhi permintaan kapasitas komputasi yang tumbuh pesat, perusahaan-perusahaan AI akan didorong untuk "mengalihkan" tugas komputasi dari wilayah dengan pasokan listrik terbatas ke wilayah yang memiliki kelebihan pasokan, demi meringankan beban jaringan listrik.
Kota Guangzhou sempat mengalami kekurangan pasokan listrik pada awal tahun ini. Namun, setelah menerima instruksi dari Southern Power Grid, berbagai organisasi memindahkan tugas komputasi yang tidak mendesak dari Guangzhou ke Pusat Data Gui'an di Provinsi Guizhou, wilayah barat daya Tiongkok.
"Saat itu, kami mendeteksi beban listrik yang terlalu tinggi di Guangzhou, sehingga kami mengeluarkan instruksi pengaturan beban secara real-time kepada Pusat Data China Mobile Southern Base untuk menyesuaikan beban tersebut," kata Zhang Zihao, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan di perusahaan teknik komputer yang berada di bawah naungan China Southern Power Grid Digital Group.
Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok mengumumkan pada tanggal 31 Juli 2026 bahwa selama Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), investasi sebesar 4 triliun yuan (sekitar 11 ribu triliun rupiah) akan dikucurkan untuk mendorong pembangunan jaringan daya komputasi terintegrasi nasional.
Jaringan daya komputasi terintegrasi itu mampu menjadwalkan daya komputasi terdistribusi dan sumber daya regional lintas wilayah, menggabungkan keunggulan teknologi titik tunggal menjadi keunggulan klaster industri nasional, serta pada akhirnya memperluas ruang pertumbuhan bagi model AI berskala besar dalam negeri.
"Investasi sebesar 4 triliun yuan (sekitar 11 ribu triliun rupiah) dalam jaringan daya komputasi merupakan fondasi krusial bagi ekspansi luar negeri model berskala besar kita di masa depan. Pertama-tama, investasi ini akan semakin menekan biaya daya komputasi dalam penyediaan layanan semacam itu di luar negeri sekaligus meningkatkan keandalan layanan tersebut. Hal ini merupakan landasan serta jaminan dasar bagi ekspansi luar negeri model berskala besar kita yang mendalam, praktis, dan berkelanjutan di masa mendatang," jelas Du Guochen, Direktur Institut E-commerce di Akademi Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Ekonomi Tiongkok.