New York, Bharata Online - Pada hari Rabu (26/8), Tiongkok menyerukan penghentian segera langkah Israel baru-baru ini untuk membuka tender pembangunan permukiman di wilayah E1 Tepi Barat, seraya menyatakan bahwa langkah tersebut secara serius merusak integritas wilayah Palestina dan fondasi solusi dua negara.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu, Fu Cong, Wakil Tetap Tiongkok untuk PBB, mengatakan bahwa masyarakat internasional harus bertindak cepat untuk mencegah kerugian lebih lanjut bagi rakyat Palestina, menjaga prospek politik solusi dua negara, dan berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai perdamaian abadi.

Fu mengatakan upaya harus dilakukan untuk menegakkan sepenuhnya gencatan senjata di Gaza dan memulihkan perdamaian serta stabilitas sesegera mungkin, menghentikan kekerasan dan upaya aneksasi serta meredakan ketegangan di Tepi Barat, serta menjunjung tinggi keadilan dan objektivitas internasional sembari mendorong pelaksanaan solusi dua negara.

Fakta menunjukkan bahwa alasan mendasar belum tercapainya perdamaian abadi di Gaza adalah kurangnya kemauan politik untuk mewujudkan perdamaian, sementara hambatan terbesarnya adalah upaya berbahaya untuk sengaja memperpanjang konflik, ujar utusan Tiongkok tersebut.

"Meskipun ada penentangan keras dari masyarakat internasional, Israel tetap melangkah maju dengan membuka tender pembangunan permukiman di wilayah E1. Langkah ini akan secara serius merusak integritas wilayah Palestina dan fondasi solusi dua negara. Setiap upaya untuk melakukan aneksasi de facto terhadap Tepi Barat tidak dapat diterima. Segala aktivitas permukiman melanggar hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan, serta harus segera dihentikan," ujar Fu.

Ia mengatakan Tiongkok sangat prihatin dengan terus munculnya suara-suara yang menolak dan menyangkal solusi dua negara.

Menurutnya, isu Palestina telah menjadi agenda PBB selama lebih dari 70 tahun dan seharusnya sudah diselesaikan sejak lama.

Isu Palestina senantiasa menjadi inti dari persoalan Timur Tengah dan tidak boleh dipinggirkan atau dijadikan alat kepentingan politik, kata Fu, seraya menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak boleh menjadi korban manuver politik.