Xiamen, Bharata Online - Mulai dari wajah-wajah baru hingga kawan lama, para investor global kembali mendatangi Tiongkok untuk menghadiri China International Fair for Investment and Trade (CIFIT) ke-26, yang berlangsung dari hari Selasa (8/9) hingga Jumat (11/9) di Kota Xiamen, Provinsi Fujian, Tiongkok Timur.

Pesan yang tersirat dari ajang pameran ini sangat jelas: kepercayaan terhadap pasar Tiongkok tetap kokoh, dan daya tarik untuk "Berinvestasi di Tiongkok" kian menguat.

Pameran tahun ini telah menarik delegasi bisnis dan pemerintah dari 129 negara dan wilayah, dengan kehadiran perwakilan dari 48 di antara 50 ekonomi terbesar dunia.

Bagi banyak peserta, perjalanan ke wilayah tenggara Tiongkok ini bukan sekadar soal kesepakatan bisnis, melainkan upaya untuk tetap dekat dengan ekonomi terbesar kedua di dunia yang sedang beralih menuju pertumbuhan berbasis inovasi.

"Di AS, tepatnya di Silicon Valley, awal tahun ini, orang-orang berkata kepada saya, 'Anda harus pergi ke Tiongkok, ke Tiongkok selatan, dan juga ke Shenzhen,'" ujar Michael Klimke, seorang peserta CIFIT.

Sentimen serupa juga disuarakan oleh perusahaan-perusahaan yang ingin berekspansi melampaui pusat-pusat ekonomi pesisir Tiongkok.

"Kami berencana melakukan ekspansi ke wilayah lain di Tiongkok, yakni membuka fasilitas di dua provinsi tambahan," kata perwakilan dari distributor makanan asal Italia, Madia SpA.

Di balik antusiasme tersebut terdapat ekosistem Tiongkok yang berkembang pesat bagi "kekuatan produktif berkualitas baru" (new quality productive forces), mulai dari kecerdasan buatan dan energi terbarukan hingga manufaktur kelas atas.

"Kami memiliki kriteria khusus bagi perusahaan untuk disebut sebagai pemimpin pasar dunia atau *hidden champion* (perusahaan unggulan yang kurang dikenal publik namun mendominasi pasar ceruk). Tujuan saya adalah agar tahun depan kami memiliki kesempatan untuk menerapkan kriteria yang sama bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok, sehingga kami dapat menjalin kerja sama antara hidden champion dari Tiongkok dan Eropa," kata Walter Doring, Ketua Academy of German Hidden Champions.

Wilayah-wilayah di Eropa juga semakin memperdalam agenda kerja sama mereka dengan Tiongkok. Para pejabat ekonomi dari negara bagian Rhineland-Palatinate, Jerman, menyatakan bahwa fokus mereka tertuju pada industri generasi mendatang.

"Kami ingin bertemu dengan mitra Tiongkok maupun mitra internasional di bidang teknologi tertentu, misalnya bioteknologi, energi terbarukan, dan kecerdasan buatan," ujar Joe Weingarten, Kepala Departemen Perdagangan Luar Negeri, Pengembangan UKM, dan Ekonomi Hijau di Kementerian Ekonomi, Pariwisata, Energi, dan Iklim Rhineland-Palatinate.