Bharata Online - Para ilmuwan Tiongkok pada hari Rabu merilis rangkaian lengkap pertama, gambar hasil pengamatan yang diambil oleh teleskop inframerah berbasis darat generasi baru milik Tiongkok.  Pencapaian ini mengisi kekosongan dalam kemampuan pengamatan astronomi inframerah negara tersebut, sekaligus mengurangi ketergantungan pada teknologi detektor inframerah asing.

China News Service pada hari Rabu melaporkan, teleskop inframerah-dekat, berukuran 80 sentimeter ini, dipasang di Gunung Saishiteng, wilayah Lenghu, Provinsi Qinghai, Tiongkok Barat Laut, pada bulan Oktober 2024. Dikembangkan bersama oleh Universitas Sun Yat-sen dan beberapa institusi mitra, teleskop ini merupakan teleskop pertama Tiongkok, yang berhasil melakukan pencitraan ilmiah pada pita J 1,2 mikrometer, dan pita K 2,2 mikrometer, menggunakan detektor yang dikembangkan di dalam negeri.

Teleskop ini memungkinkan operasi jarak jauh tanpa pengawasan manusia, dan dapat mengunci target apa pun di langit dalam waktu 15 detik. Kemampuan inframerahnya memungkinkan teleskop ini menembus debu antarbintang, sehingga dapat mengamati objek langit yang dingin dan jauh, yang sulit ditangkap oleh teleskop optik.

Menurut Ma Bin, seorang profesor di Fakultas Fisika dan Astronomi Universitas Sun Yat-sen, Kepala tim peneliti yang merilis gambar hasil pengamatan teleskop inframerah tersebut, ketiga kemampuan utama pengamatan astronomi teleskop ini telah divalidasi sepenuhnya selama masa operasionalnya.

Teleskop ini merespons dan melacak berbagai peristiwa semburan sinar gamma dan supernova dengan cepat. Dengan menggunakan teknologi penumpukan gambar, teleskop ini juga mampu mengamati galaksi yang berjarak miliaran tahun cahaya. 

Sejak mulai beroperasi di Lenghu, sistem ini telah mendukung kegiatan pengamatan inframerah bagi lebih dari 10 lembaga penelitian Tiongkok, serta mengumpulkan pengalaman berharga, untuk pembangunan teleskop inframerah berskala besar di masa depan. (Sumber: Global Times)