New York, Bharata Online - Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan untuk meninjau masalah senjata kimia di Suriah pada hari Kamis (3/9), serta menyambut baik pemusnahan amunisi kimia yang telah diverifikasi untuk pertama kalinya di negara tersebut sejak tahun 2014 sebagai sebuah kemajuan yang signifikan.

Izumi Nakamitsu, Wakil Sekretaris Jenderal sekaligus Perwakilan Tinggi untuk Urusan Perlucutan Senjata, melaporkan dalam paparannya bahwa Organisasi Pelarangan Senjata Kimia atau Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) telah memverifikasi pemusnahan permanen terhadap 42 bom udara di Suriah.

Menurut Nakamitsu, ini merupakan kali pertama sejak tahun 2014 OPCW memverifikasi pemusnahan amunisi kimia di Suriah.

Tiongkok juga mendorong Suriah untuk merampungkan proses pemusnahan tersebut sesegera mungkin.

"Tiongkok mencatat bahwa selama beberapa waktu terakhir, pemerintah transisi Suriah telah memenuhi kewajibannya berdasarkan Konvensi Senjata Kimia, dengan membentuk Otoritas Nasional Suriah, memperkuat jajaran stafnya, serta bekerja sama secara aktif dengan Sekretariat Teknis OPCW. Tiongkok mendorong Suriah untuk segera menyusun inventaris lengkap mengenai zat kimia sensitif apa pun yang mungkin masih tersisa di Suriah dan merampungkan pemusnahannya," ujar Sun Lei, Wakil Tetap Tiongkok untuk PBB.