Shanghai, Bharata Online - Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok terus meningkatkan pengembangan zona perdagangan bebas, menciptakan penggerak baru bagi keterbukaan tingkat tinggi yang mengintegrasikan wilayah pesisir, pedalaman, dan perbatasan.
Di Kawasan Baru Lingang (Lingang New Area) dalam Zona Perdagangan Bebas Shanghai, bank-bank percontohan kini dapat menyediakan layanan perdagangan lepas pantai (offshore) tanpa perlu pemeriksaan dokumen bagi perusahaan percontohan dengan memenuhi syarat-syarat tertentu. Hal ini memangkas waktu penyelesaian transaksi perdagangan lepas pantai dari tiga hari menjadi tiga detik.
"Kami telah mewujudkan sistem 'tanpa pemeriksaan dokumen' dan penyelesaian transaksi secara instan, menyamai kecepatan layanan di pusat-pusat keuangan lepas pantai yang sudah mapan seperti Hong Kong dan Singapura," ujar Lin He, Wakil Direktur Divisi Keuangan dan Perdagangan pada Komite Administrasi Kawasan Baru Lingang, Zona Perdagangan Bebas Percontohan Tiongkok (Shanghai).
Kawasan Baru Lingang baru-baru ini meluncurkan rencana perluasan program percontohan reformasi komprehensif untuk layanan perdagangan dan keuangan lepas pantai. Cakupan program percontohan itu akan ditingkatkan dari skenario tunggal "perdagangan lepas pantai" menjadi mencakup seluruh skenario bisnis lepas pantai, yang akan lebih efektif mendukung pelaku pasar dalam berpartisipasi pada berbagai aktivitas seperti produksi, penjualan, dan layanan global di masa depan.
Sejak pendirian Zona Perdagangan Bebas Shanghai pada tahun 2013, zona perdagangan bebas pertama di Tiongkok, hingga peresmian Zona Perdagangan Bebas Mongolia Dalam tahun ini, Tiongkok telah membentuk 23 zona perdagangan bebas dalam delapan tahap.
Saat ini, zona-zona perdagangan bebas yang luas wilayahnya kurang dari empat per seribu total luas daratan Tiongkok itu menyumbang lebih dari seperempat arus masuk investasi asing negara itu serta seperlima dari total volume impor dan ekspornya. Lebih dari 480 inovasi kelembagaan yang dirintis di zona perdagangan bebas telah direplikasi dan diterapkan di tingkat nasional.
"Setelah beroperasi selama lebih dari satu dekade, zona perdagangan bebas telah menjadi platform penting bagi Tiongkok untuk mendorong keterbukaan kelembagaan. Memasuki tahun pertama Periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030), setiap zona perdagangan bebas mempercepat penerapan serangkaian langkah reformasi dan keterbukaan yang mendasar serta inovatif, guna mendorong perkembangan yang stabil dan berjangka panjang bagi keterbukaan tingkat tinggi," kata Sheng Bin, Wakil Direktur Pusat Penelitian Zona Perdagangan Bebas Tiongkok di Universitas Nankai.
Tahun ini, ibu kota Tiongkok, Beijing, memperluas sistem pengelolaan daftar negatif untuk transfer data lintas batas dari zona perdagangan bebas ke seluruh wilayah kota, sembari menambahkan empat kategori baru: perangkat medis, kendaraan otonom, logistik perdagangan, dan perbankan. Langkah itu akan memungkinkan aliran data lintas batas berlangsung lebih efisien, praktis, dan aman dalam skala yang lebih luas.
Di Provinsi Hainan, kebijakan "tarif nol" kini mencakup lebih dari 6.600 pos tarif, sehingga meningkatkan cakupannya menjadi 74 persen.
"Impor suku cadang presisi dan barang antara, seperti bahan baku dan bahan penolong, dengan skema 'tarif nol' telah meningkat secara signifikan. Perusahaan di sektor hulu dan hilir di Hainan kini memiliki pembagian kerja dan kerja sama yang lebih efisien, yang lebih mendukung pengembangan terpadu di seluruh rantai industri," ujar Guo Jin, Direktur Divisi Reformasi dan Inovasi Kelembagaan pada Kantor Komite Kerja Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan.
Di Kawasan Xiamen dalam Zona Perdagangan Bebas Fujian, model perintis "pemeliharaan berfasilitas bonded (bebas bea masuk) di luar zona pengawasan pabean khusus" memungkinkan perusahaan pemeliharaan pesawat menikmati berbagai kebijakan fasilitas bonded, seperti pembebasan jaminan dan pengembalian pajak, yang menghasilkan penghematan rata-rata sebesar 35 juta yuan (sekitar 92,3 miliar rupiah) dalam hal nilai jaminan per pesawat.
Saat ini, sembilan perusahaan pemeliharaan pesawat kelas dunia telah beroperasi di Kawasan Xiamen, dengan 80 persen pesanan pemeliharaan berasal dari luar negeri.