Beijing, Bharata Online - Meningkatnya popularitas olahraga musim dingin dan olahraga pegunungan telah meningkatkan kepercayaan diri merek perlengkapan luar ruangan asal Prancis, Salomon, dalam menyasar pasar olahraga konsumen yang berkembang pesat di negara tersebut, demikian ungkap CEO perusahaan tersebut.
Seiring dengan peluncuran rencana pengembangan olahraga nasional pertama Tiongkok dalam kerangka Rencana Lima Tahun ke-15 (2026-2030)—yang menargetkan nilai industri olahraga lebih dari 7 triliun yuan (sekitar 18.546 triliun rupiah) pada tahun 2030 dengan fokus utama pada olahraga luar ruangan, olahraga musim dingin, dan konsumsi berbasis ajang olahraga—Salomon memosisikan diri untuk memanfaatkan momentum kebijakan tersebut.
Dalam wawancara eksklusif dengan China Global Television Network (CGTN), CEO Salomon, Guillaume Meyzenq, menyatakan bahwa merek tersebut sedang mentransformasikan inovasi ritel dan keahlian olahraga pegunungan mereka di Tiongkok menjadi sebuah model strategi global.
"Selama lima tahun terakhir, Tiongkok telah menjadi wilayah dengan pertumbuhan tercepat. Hal yang sangat unik dari Tiongkok adalah bahwa kegiatan kami di sini bukan sekadar bisnis; kami juga mewujudkan ekspresi terbaik dari merek ini serta menghadirkan keahlian baru. Ini adalah pasar yang mengutamakan hubungan langsung dengan konsumen (direct-to-consumer). Oleh karena itu, kami harus mengembangkan operasi ritel dan pengalaman konsumen yang mungkin sebelumnya tidak kami miliki di wilayah lain," ujar Meyzenq.
Sang CEO menekankan bahwa pesatnya pertumbuhan industri olahraga luar ruangan di Tiongkok telah membuktikan besarnya potensi pasar tersebut.
"Saat ini kami sedang membangun sebuah budaya, dan budaya tersebut kini mendorong masyarakat untuk menjadi lebih aktif serta mulai mengadopsi dan menekuni olahraga pegunungan. Olahraga musim dingin juga menjadi tren besar di Tiongkok. Jumlah peminat olahraga musim dingin, seperti seluncur salju (snowboard) atau ski, terus meningkat. Namun, kegiatan lari lintas alam (trail running) dan pendakian gunung juga kini sangat populer di Tiongkok. Menurut saya, hal inilah yang membuat kami sangat optimistis terhadap pasar ini—yakni berkat potensi dan inspirasi yang ditawarkan oleh kegiatan luar ruangan," ungkapnya.