Beijing, Bharata Online - Bank sentral Tiongkok mengumumkan penambahan delapan bank ke dalam daftar institusi resmi untuk layanan yuan digital pada hari Senin (17/8), sebagai langkah untuk mendorong perkembangan mata uang digital tersebut secara stabil.

Menurut People's Bank of China (PBOC), langkah ini bertujuan untuk meningkatkan inklusivitas layanan yuan digital serta memenuhi permintaan masyarakat akan layanan yuan digital yang aman, praktis, dan efisien.

Bank-bank yang baru ditambahkan tersebut adalah Ping An Bank, Hengfeng Bank, China Bohai Bank, Bank of Shanghai, Bank of Hangzhou, Huishang Bank, Bank of Changsha, dan Guangxi Beibu Gulf Bank, yang akan terhubung dengan sistem yuan digital milik bank sentral.

Mereka akan mulai menawarkan layanan yuan digital setelah persiapan operasional dan teknis rampung. Perluasan ini menjadikan jumlah institusi yang menjalankan layanan yuan digital mencapai 30 entitas.

PBOC memulai penelitian mengenai mata uang digital pada tahun 2014, dan program uji coba pertama kali diluncurkan pada akhir 2019. Sejak saat itu, uji coba domestik maupun lintas batas telah memperlihatkan penerapan yuan digital dalam berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk transaksi ritel, kuliner, pariwisata, pendidikan, layanan kesehatan, layanan publik, serta penyelesaian transaksi lintas batas yang mempermudah kunjungan warga asing.

Pada Oktober 2025, PBOC mengumumkan dukungannya bagi lebih banyak bank komersial untuk menjadi operator resmi layanan yuan digital, sekaligus mengakhiri jeda lebih dari dua tahun sejak Industrial Bank menjadi operator kesepuluh pada tahun 2022.

Pada April 2026, PBOC secara serentak menambahkan 12 bank sebagai operator baru yuan digital, dengan bank komersial tingkat kota turut masuk dalam daftar tersebut untuk pertama kalinya.

Bank sentral menyatakan akan terus menambah jumlah operator guna menciptakan lingkungan persaingan yang terbuka, inklusif, dan adil bagi pengembangan yuan digital.