Tiongkok, Bharata Online - Menurut data industri yang dirilis pada hari Rabu (12/8), ekspor mobil Tiongkok mempertahankan pertumbuhan yang kuat pada bulan Juli 2026, melampaui angka 1 juta unit selama dua bulan berturut-turut.

Data dari Asosiasi Produsen Mobil Tiongkok atau China Association of Automobile Manufacturers  (CAAM) menunjukkan bahwa pada bulan Juli 2026, Tiongkok mengekspor 1,043 juta kendaraan. Angka ini mencerminkan kenaikan 0,6 persen secara bulanan dan lonjakan signifikan sebesar 81,3 persen secara tahunan.

Menurut data tersebut, ekspor kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) mencapai total 553.000 unit—naik 5,7 persen secara bulanan dan 145,5 persen secara tahunan—yang mencakup lebih dari separuh total ekspor selama dua bulan berturut-turut.

Seorang pejabat senior asosiasi tersebut mengaitkan pertumbuhan yang tangguh ini dengan rantai pasok otomotif Tiongkok yang komprehensif. Mulai dari pengolahan mineral litium dan manufaktur baterai hingga pengendalian motor serta perakitan kendaraan, Tiongkok memiliki kapasitas yang memadai, pengendalian biaya yang baik, dan rantai pasok tangguh yang mampu menghadapi berbagai risiko.

Selain itu, fokus industri pada fitur-fitur cerdas—seperti pengemudian otonom dan interaksi kabin yang canggih—telah menciptakan daya saing inti, yang memungkinkan inovasi cepat serta adaptasi yang tepat terhadap permintaan konsumen di luar negeri, ujar pejabat tersebut.

Chen Shihua, Wakil Sekretaris Jenderal CAAM, mencatat bahwa pertumbuhan ekspor kini menjadi penggerak krusial dalam menstabilkan industri dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan.