Bishkek, Bharata Online - Para pejabat Kirgistan sangat memuji konsep Tiongkok mengenai pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia, serta mengapresiasi bantuan infrastruktur dan kerja sama Tiongkok di berbagai bidang.

Pernyataan tersebut disampaikan menjelang kehadiran Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dalam KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) 2026 yang akan diselenggarakan di Bishkek, ibu kota Kirgistan, pada 31 Agustus hingga 1 September 2026, serta kunjungan kenegaraannya ke Kirgistan dan Mesir pada 30 Agustus hingga 3 September 2026.

Roza Otunbayeva, mantan Presiden Kirgistan, mengatakan bahwa Tiongkok telah memberikan bantuan kepada Kirgistan di hampir semua bidang.

"Konsep komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia sangat selaras dengan kami di Kirgistan, mengingat kami berbagi perbatasan sepanjang 1.000 kilometer dengan Tiongkok. Kami telah menyaksikan secara langsung upaya tulus dan tak kenal lelah Tiongkok dalam membantu pengembangan ekonomi kami. Tiongkok telah mengulurkan bantuan di hampir semua bidang, termasuk budaya, pendidikan, kesejahteraan sosial, dan khususnya proyek-proyek pembangunan infrastruktur besar. Kami sangat berterima kasih kepada Tiongkok. Tiongkok berharap semua mitranya, baik yang dekat maupun jauh, dapat mengikuti perkembangan zaman dan mencapai pembangunan bersama," ujarnya.

Aibek Junushaliev, Wali Kota Bishkek, mengatakan bahwa proyek kerja sama dengan Tiongkok tidak hanya sebatas di atas kertas, tetapi telah diwujudkan satu demi satu. Ia menyebutkan bahwa pembangkit listrik tenaga sampah di kota tersebut, yang dibangun bersama oleh kedua belah pihak, merupakan contoh utamanya.

"Kami menjalin hubungan kota kembar dengan tujuh kota dan provinsi di Tiongkok. Banyak proyek yang tidak hanya sekadar rencana di atas kertas, melainkan benar-benar dilaksanakan. Kami menjalankan proyek bersama kota Changsha untuk membangun fasilitas pengelolaan dan daur ulang sampah; ini adalah fasilitas unik pertama di Asia Tengah yang mampu mendaur ulang sampah sekaligus menghasilkan listrik. Hingga saat ini, kami telah mendaur ulang lebih dari 250.000 ton sampah dan menghasilkan listrik lebih dari 100 juta kilowatt-jam. Sampah kini telah menjadi sumber daya bagi kota ini, menghasilkan listrik dan mendorong ekonomi hijau. Tiongkok memberikan perhatian khusus pada ekonomi hijau dan, tentu saja, kualitas fasilitas semacam itu," katanya.