Hubei, Bharata Online - Pasukan lintas udara Tiongkok dan Belarus telah resmi memulai latihan gabungan "Swift Eagle 2026" pada hari Rabu (12/8) di Provinsi Hubei, Tiongkok Tengah.
Sebagai pelaksanaan keempat dari rangkaian latihan "Swift Eagle 2026", latihan ini mencakup berbagai materi seperti pengintaian dan kontra-pengintaian, perebutan-penguasaan dan perlindungan, serta penumpasan dan pertahanan.
Latihan ini berfokus pada operasi gabungan kontra-terorisme di wilayah perkotaan, dengan tujuan memperkuat kemampuan operasional gabungan dalam melaksanakan misi kontra-terorisme.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung perdamaian dan stabilitas kawasan serta meningkatkan kemampuan tempur pasukan yang terlibat, sekaligus memperdalam kerja sama praktis antara kedua angkatan bersenjata.
"Latihan gabungan ini merupakan kesempatan penting bagi interaksi militer yang mendalam dan pertukaran budaya antara para perwira dan prajurit kami. Kami akan melakukan pertukaran mendalam mengenai konsep dan pengalaman pelatihan melalui formasi campuran yang bersifat modular, serta meningkatkan kemampuan tempur kontra-terorisme gabungan kami melalui interaksi dan pembelajaran bersama," ujar Cheng Qiang, Anggota Pasukan Tiongkok.