Beijing, Bharata Online - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, mengatakan pihak-pihak terkait perlu menghormati kedaulatan Tiongkok dan supremasi hukum di Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong, berhenti melontarkan pernyataan yang tidak bertanggung jawab mengenai proses peradilan di Hong Kong, serta berhenti mencampuri urusan peradilan Hong Kong maupun urusan internal Tiongkok dalam bentuk apa pun.

Guo menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah konferensi pers rutin pada hari Kamis (5/11) di Beijing, saat diminta menanggapi "kekhawatiran" terkait kasus yang menjerat Joshua Wong Chi-fung, kekhawatiran yang berulang kali disuarakan oleh sejumlah politisi dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya.

Pada hari Kamis (5/11), pengadilan di Hong Kong menjatuhkan vonis dalam kasus konspirasi untuk berkolusi yang melibatkan Joshua Wong Chi-fung.

"Hong Kong menjunjung tinggi supremasi hukum. Mematuhi hukum dan membawa pelanggar hukum ke pengadilan merupakan prinsip dasar. Wong Chi-fung terbukti bersalah melakukan konspirasi untuk berkolusi dengan negara asing atau pihak luar guna membahayakan keamanan nasional. Tindak pidana ini dinilai sebagai pelanggaran yang serius. Di hadapan fakta dan bukti yang sangat kuat, Wong tidak memiliki dasar untuk membenarkan perilakunya dan ia pun mengaku bersalah," jelas Guo.

"Pemerintah pusat Tiongkok dengan tegas mendukung SAR Hong Kong dalam menjaga keamanan nasional serta menindak tindakan yang membahayakan keamanan nasional sesuai dengan hukum yang berlaku. Pihak-pihak terkait harus menghormati kedaulatan Tiongkok dan supremasi hukum di Hong Kong, berhenti melontarkan pernyataan yang tidak bertanggung jawab mengenai proses peradilan di SAR tersebut, serta berhenti mencampuri urusan peradilan Hong Kong maupun urusan internal Tiongkok dalam bentuk apa pun," tegasnya.