Beijing, Bharata Online - Tiongkok akan memperdalam pengembangan dan pemanfaatan sumber daya data serta membina sejumlah perusahaan data yang inovatif dan dinamis selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030), ungkap seorang pejabat dari Administrasi Data Nasional (National Data Administration).

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional pada hari Selasa (3/11), Luan Jie, Direktur Departemen Kebijakan dan Perencanaan di Administrasi Data Nasional, memaparkan rencana pengembangan industri data untuk periode lima tahun tersebut. Ia menyatakan bahwa National Data Group yang baru dibentuk akan memainkan peran utama.

"Kami akan mengkaji dan menerbitkan kebijakan serta dokumen terkait sistem tanggung jawab untuk pengembangan dan pemanfaatan sumber daya data publik, serta menjajaki pembentukan mekanisme pembagian pendapatan bagi operasi data publik yang memiliki izin. Kami akan menerapkan secara menyeluruh inisiatif untuk meningkatkan efisiensi data di badan usaha milik negara, terutama dengan mengoptimalkan peran National Data Group dalam pengembangan dan pemanfaatan sumber daya data—serta membina kelompok perusahaan data yang inovatif dan dinamis," ujar Luan.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa kualitas data juga akan menjadi prioritas.

"Kami akan memperkuat pembangunan kumpulan data (dataset) berkualitas tinggi, memperdalam uji coba anotasi data, membangun jaringan pakar industri untuk keperluan anotasi, serta membentuk mekanisme khusus bagi koordinasi lintas wilayah guna mendukung pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence) secara lebih efektif," tambahnya.