Beijing, Bharata Online - Administrasi Warisan Budaya Nasional Tiongkok memberikan penjelasan kepada media mengenai Rencana Kerja Arkeologi untuk Rencana Lima Tahun ke-15 periode 2026–2030 pada hari Senin (2/11) di Beijing, yang menyoroti penelitian tentang peradaban awal serta kerja sama arkeologi internasional.
Rencana tersebut menetapkan bahwa dengan melanjutkan 21 proyek utama yang sudah ada di bawah inisiatif nasional "Arkeologi Tiongkok" (Archaeology China), Tiongkok akan terus berfokus pada berbagai aspek, termasuk asal-usul pertanian dan masyarakat awal, model munculnya peradaban, serta pembentukan negara-negara awal.
Fase keenam dari Proyek Asal-usul Peradaban Tiongkok akan mendalami lebih lanjut proses peradaban serta sejarah interaksi dan pertukaran di wilayah barat laut, barat daya, dan selatan Tiongkok.
Proyek Penelitian Peradaban Dinasti Xia (2070–1600 SM) – Dinasti Shang (1600–1046 SM) akan terus memusatkan perhatian pada situs-situs arkeologi penting dari era tersebut, termasuk situs Erlitou, Yinxu, dan Sanxingdui yang telah dikenal secara global.
Selain upaya di dalam negeri, pihak administrasi juga menekankan pentingnya kerja sama arkeologi internasional, dengan negara-negara yang tergabung dalam inisiatif "Sabuk dan Jalan" (Belt and Road) sebagai salah satu prioritas utama.