Beijing, Bharata Online - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan Inisiatif Restorasi Teluk Biru (Blue Bay Restoration Initiative) dari Tiongkok sebagai "Unggulan Restorasi Dunia" (World Restoration Flagship) pada hari Kamis (29/10), dalam pertemuan ke-17 Konferensi Para Pihak untuk Konvensi Keanekaragaman Hayati (COP17) di Yerevan, Armenia.

Inisiatif ini dipimpin bersama oleh Kementerian Sumber Daya Alam dan Kementerian Keuangan Tiongkok. Ini merupakan kali kedua inisiatif restorasi ekologi berskala nasional dari Tiongkok mendapatkan pengakuan dalam kerangka Dekade Restorasi Ekosistem PBB, menjadikan Tiongkok negara pertama yang meraih penghargaan tersebut sebanyak dua kali.

Inger Andersen, Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB (UN Environment Programme/UNEP), mengatakan bahwa dipilih dari lebih dari 200 permohonan dan lebih dari 80 nominasi yang diajukan oleh pemerintah, Inisiatif Restorasi Teluk Biru diakui sebagai salah satu contoh restorasi ekosistem berskala besar yang paling menjanjikan, ambisius, dan inspiratif di dunia.

Ia menambahkan, inisiatif ini bertujuan untuk memulihkan lebih dari 150.000 hektare lahan basah pesisir dan lebih dari 2.000 km garis pantai pada tahun 2030, yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.

Selama satu dekade terakhir, pemerintah Tiongkok telah mendukung provinsi-provinsi pesisir dalam melaksanakan 194 proyek restorasi ekologi laut berskala besar, dengan total dana bantuan dan subsidi dari pemerintah pusat mencapai lebih dari 36,6 miliar yuan (sekitar 99,7 triliun rupiah).

Di antara berbagai pencapaian tersebut, yang patut disoroti adalah luas hutan bakau (mangrove) di Tiongkok yang kini mencapai 31.700 hektare, menjadikan Tiongkok salah satu dari sedikit negara di dunia yang mencatat pertumbuhan bersih berkelanjutan dalam luas hutan bakau.

"Ke depan, kami akan fokus pada pembangunan teluk biru, garis pantai yang indah, serta pulau-pulau yang harmonis dan menawan. Kami akan menerapkan langkah-langkah yang disesuaikan dengan kondisi lokal, serta mengoordinasikan restorasi ekologi laut dengan upaya pencegahan dan mitigasi bencana. Kami akan meningkatkan kualitas dan fungsi layanan ekosistem laut, mendorong konversi nilai produk ekologi laut, serta berkontribusi dalam mewujudkan 'Tiongkok yang Indah' ​​(Beautiful China) dan negara yang kuat di sektor maritim," ujar Zhong Chongjun, Wakil Direktur Jenderal Departemen Restorasi Ekologi Ruang Wilayah di Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok.