Beijing, Bharata Online – Tindakan Jepang yang mengganggu operasi sah pesawat Tiongkok menunjukkan sikap paranoid yang membuat mereka merasa terancam oleh ketakutan mereka sendiri, ujar seorang juru bicara militer Tiongkok pada hari Kamis.
Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Jepang awal bulan ini, Pasukan Bela Diri Udara Jepang telah mengerahkan pesawat tempur sebanyak 442 kali antara tanggal 1 April hingga 30 September untuk merespons pesawat Tiongkok dan Rusia. Angka ini meningkat hampir 70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan 285 dari 442 penerbangan tersebut melibatkan pesawat Tiongkok.
Zhang Xiaogang, juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok, memberikan komentar mengenai perkembangan ini dalam sebuah konferensi pers rutin.
"Sudah menjadi taktik lazim bagi Jepang untuk membesar-besarkan apa yang mereka sebut sebagai ancaman keamanan regional dengan merilis data semacam itu secara provokatif, seraya melimpahkan kesalahan untuk memojokkan Tiongkok. Hal ini justru membuktikan langkah berbahaya Jepang yang kerap memata-matai serta mengganggu operasi sah Tiongkok dan Rusia, sekaligus menyingkap sikap paranoid mereka yang menciptakan ketakutan bagi diri sendiri. Kami mendesak pihak Jepang untuk menghentikan taktik yang menyesatkan ini, serta berhenti menciptakan dan memicu ketegangan," tegas Zhang.