Beijing, Bharata Online - Tiongkok berencana meluncurkan rangkaian baru rencana aksi tiga tahun selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030) untuk mendorong pengembangan dan pemanfaatan data sebagai faktor produksi. Langkah ini bertujuan membangun pasar data nasional terintegrasi yang bersifat terbuka, dapat digunakan bersama, dan aman, ungkap seorang pejabat dari Administrasi Data Nasional (National Data Administration/NDA) pada hari Selasa (3/11).

Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok telah meningkatkan upaya untuk mengembangkan pasar datanya. Pada tahun 2020, negara tersebut menetapkan data sebagai jenis faktor produksi baru, sejajar dengan faktor-faktor tradisional seperti lahan, tenaga kerja, modal, dan teknologi, yang menyoroti peran pentingnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta transformasi digital.

Rangkaian pertama dari rencana tersebut, yang diperkenalkan pada tahun 2023 dan mencakup periode 2024–2026, berupaya untuk memperluas dan memperdalam penerapan data di berbagai sektor utama, menumbuhkan industri, model bisnis, serta penggerak pertumbuhan yang baru, sekaligus membuka potensi efek pengganda (multiplier effect) dari data dalam mendukung pembangunan berkualitas tinggi.

"Kami akan mempercepat penyusunan dokumen tingkat tinggi untuk pasar data nasional yang terintegrasi, menyempurnakan aturan perdagangan dan standar untuk sirkulasi data, mengembangkan lembaga layanan khusus untuk sirkulasi data, serta mendorong mekanisme penetapan harga dan pembagian manfaat berbasis pasar. Dengan demikian, semua pihak yang terlibat dalam penyediaan, pemrosesan, pengembangan, dan pemanfaatan data dapat memperoleh imbal hasil yang wajar," ujar Luan Jie, Direktur Departemen Kebijakan dan Perencanaan di NDA.

"Kami akan bekerja sama dengan departemen terkait untuk merencanakan dan melaksanakan rangkaian baru rencana aksi tiga tahun guna memacu pengembangan dan pemanfaatan data sebagai faktor produksi. Kami juga akan mengkaji dan merumuskan pedoman sirkulasi serta pemanfaatan data di sektor-sektor utama, menghilangkan hambatan di sepanjang rantai proses, dan membangun sistem yang utuh (closed loop) untuk membuka nilai dari elemen-elemen data tersebut," tambahnya.

NDA, yang dibentuk pada Oktober 2023, bertanggung jawab untuk memajukan inisiatif "Tiongkok Digital" (Digital China), ekonomi digital, dan masyarakat digital, serta membangun sistem data dasar dan mengoordinasikan integrasi, pembagian, pengembangan, dan pemanfaatan sumber daya data.