Beijing, Bharata Online - Tiongkok telah menjadi kekuatan pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi digital dunia, menurut sebuah buku biru (blue book) yang dirilis pada hari Selasa (3/11) di ajang World Internet of Things Convention (WIOTC) 2026 di Beijing.

Buku putih berjudul "Global Digital Economy Sustainable Development Blue Book" tersebut menunjukkan bahwa teknologi IoT generasi mendatang, kecerdasan buatan (AI), dan berbagai teknologi mutakhir lainnya tengah mempercepat transformasi ekonomi digital global. Hal ini terutama terlihat melalui penerapan dan inovasi di berbagai sektor, seperti manufaktur, pertanian, kendaraan terkoneksi (connected vehicles), layanan kesehatan, kedirgantaraan, serta kehidupan sehari-hari masyarakat.

Menurut buku biru tersebut, ekonomi digital global diperkirakan akan melampaui 53 triliun dolar AS (sekitar 957 ribu triliun rupiah) pada tahun 2026, meningkat hampir 9,5 persen, dan mencakup separuh dari PDB global.

"Tiongkok berada di garda depan dunia dalam hal inovasi dan pengembangan ekonomi digital berbasis IoT. Pada tahun 2026, Tiongkok diproyeksikan memiliki lebih dari 5,3 juta stasiun pangkalan (base station) 5G yang mendukung ekonomi digital yang cerdas dan saling terhubung. Jumlah perangkat yang terkoneksi diperkirakan akan melebihi empat miliar, sementara skala ekonomi digital Tiongkok diproyeksikan melampaui 15 triliun dolar AS (sekitar 271 ribu triliun rupiah), yang menjadikan negara ini sebagai kekuatan pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi digital global," ujar He Xuming, Ketua WIOTC.