Manila, Bharata Online - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, mengatakan bahwa komunitas internasional harus menempatkan pembangunan sebagai pusat agenda internasional, dan Tiongkok mendukung reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak ke arah yang benar.

Wang, yang juga anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, menyampaikan pernyataan tersebut saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh, Khalilur Rahman, yang juga merupakan presiden terpilih sesi ke-81 Majelis Umum PBB (UNGA), pada hari Rabu (22/7) di Manila, Filipina.

Wang mengatakan Perdana Menteri Bangladesh, Tarique Rahman, melakukan kunjungan resmi yang sukses ke Tiongkok bulan lalu, dengan para pemimpin kedua negara bersama-sama mengumumkan pembangunan komunitas Tiongkok-Bangladesh dengan masa depan bersama di era baru, memberikan arahan strategis baru dan menyusun cetak biru baru untuk pengembangan hubungan bilateral.

Sebagai tetangga baik dan sahabat yang dapat dipercaya bagi Bangladesh, Tiongkok akan, seperti biasa, mendukung pemerintah Bangladesh dalam upaya tata kelolanya, kata Wang, seraya mencatat bahwa Tiongkok siap bekerja sama dengan Bangladesh untuk mengimplementasikan konsensus penting yang dicapai oleh kedua pemimpin, meningkatkan komunikasi strategis, memperdalam saling percaya politik, memajukan kerja sama Belt and Road yang berkualitas tinggi, dan mendorong pembangunan komunitas Tiongkok-Bangladesh dengan masa depan bersama di era baru untuk memberikan lebih banyak manfaat bagi kedua bangsa.

Wang mengucapkan selamat kepada Khalilur Rahman atas terpilihnya sebagai presiden sesi ke-81 Majelis Umum PBB, dengan mengatakan bahwa dunia saat ini dihadapkan pada gejolak dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menghadapi tantangan serius.

Tiongkok akan dengan tegas menjunjung tinggi status dan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa, kata Wang, seraya mencatat bahwa implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sangat tertinggal, dan komunitas internasional harus memulai perencanaan untuk kerja sama pembangunan pasca-2030.

Pada pertemuan tingkat tinggi kelompok sahabat untuk tata kelola global yang diadakan pada Mei tahun ini, Tiongkok mengajukan usulan tentang arah reformasi PBB, kata Wang, seraya menekankan bahwa Tiongkok siap bekerja sama dengan presiden terpilih untuk melepaskan potensi penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sementara itu, Khalilur Rahman mengatakan Tiongkok selalu menjadi mitra yang berharga dan terpercaya bagi Bangladesh dan menempati tempat penting dalam kebijakan luar negeri Bangladesh. Bangladesh teguh berpegang pada prinsip Satu Tiongkok dan siap bekerja sama dengan Tiongkokuntuk memajukan kerja sama seperti Koridor Ekonomi Tiongkok-Myanmar-Bangladesh, dan bersama-sama membangun komunitas Bangladesh-Tiongkok dengan masa depan bersama di era baru.

Ia mengatakan Bangladesh mendukung empat inisiatif global yang diusulkan oleh Tiongkok dan bersedia memperkuat koordinasi dengan Tiongkok, memberikan peran penuh kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan menjaga multilateralisme.