Buenos Aires, Bharata Online - Klaster Inovasi Teknologi Tiongkok-Argentina atau China-Argentina Technological Innovation Cluster (CITAC), sebuah platform yang didedikasikan untuk mendorong penelitian bersama, alih teknologi, dan investasi di sektor sains dan teknologi antara kedua negara, resmi diluncurkan pada hari Kamis (20/8) di Universitas Buenos Aires (UBA).

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Kedutaan Besar Tiongkok di Argentina, berbagai universitas, serta institusi publik dan swasta terkemuka di sektor teknologi dan ekonomi berbasis pengetahuan dari kedua negara.

"Bagi Fakultas Ilmu Eksakta dan Alam UBA, bagi Universitas Buenos Aires, dan bagi Argentina, peluncuran pusat kerja sama inovasi teknologi antara Argentina dan Tiongkok ini sangatlah penting. Bermitra dengan raksasa seperti Tiongkok—yang berada beberapa langkah di depan negara lain mana pun di dunia dalam perlombaan sains dan teknologi—merupakan hal yang krusial, mendasar, dan menjadi jalan positif menuju masa depan cerah serta pembangunan berkelanjutan bagi Argentina," ujar Guillermo Duran, Dekan Fakultas Ilmu Eksakta dan Alam Universitas Buenos Aires.

Pada tahap awal, CITAC akan berfokus pada empat bidang: memulai proyek bersama, membangun hubungan akademis, mendorong pertukaran melalui misi dan pameran dagang, serta menyusun kerangka kerja kelembagaan antara organisasi-organisasi Argentina dan Tiongkok.

Selanjutnya, CITAC berencana mengadakan kunjungan teknologi ke Tiongkok pada tanggal 18 hingga 30 November 2026, dengan rangkaian kegiatan yang dijadwalkan di Shanghai, Beijing, dan Shenzhen. Delegasi tersebut juga akan berpartisipasi dalam China Hi-Tech Fair, dengan tujuan mengubah hubungan kelembagaan menjadi proyek-proyek terperinci, pendanaan, dan kerja sama teknologi yang konkret.

"Taktik klaster kami adalah membangun jembatan antara sektor publik dan swasta, serta sektor pengetahuan dan pendidikan. Itulah tujuan dan pendekatan kami. Salah satu strategi klaster ini adalah membantu meningkatkan kualitas pertukaran antara Argentina dan Tiongkok dengan menjadikan sains, pembangunan, dan inovasi sebagai inti pertukaran tersebut, mengingat Tiongkok kini merupakan salah satu raksasa teknologi dunia. Hal ini juga melibatkan kedua negara dalam kerja sama yang mencakup alih teknologi. Kita hidup di dunia yang sangat kompleks; sementara beberapa negara menerapkan sanksi dan membatasi akses terhadap teknologi, negara-negara lain justru bekerja sama secara positif dengan Tiongkok. Saya yakin di situlah letak masa depan pembangunan Argentina. Kami ingin—atau kami akan berupaya memastikan—bahwa klaster ini berkontribusi dalam mendorong pembangunan berkualitas tinggi bagi Argentina," jelas Sabino Vaca Narvaja, Eks Duta Besar Argentina untuk Tiongkok.