Beijing, Bharata Online - Robot-robot menunjukkan performa yang mulus dalam lomba lari rintangan 400 meter yang baru ditambahkan dan lebih menantang pada ajang World Humanoid Robot Games kedua di Beijing pada hari Senin (24/8). Lomba ini mencakup berbagai rintangan yang dirancang untuk menguji keseimbangan, kemampuan melintasi rintangan, serta kemampuan adaptasi robot terhadap kondisi kompetisi.

Pada babak final lomba lari rintangan 400 meter, sebuah cabang atletik yang baru diperkenalkan tahun ini, seluruh robot peserta yang terbagi dalam 15 kelompok dikendalikan menggunakan kendali jarak jauh (remote control).

Lintasan lomba mencakup 16 titik rintangan dengan tantangan seperti terowongan untuk merangkak, jungkat-jungkit asimetris, dan belokan berbentuk huruf L yang sempit, yang semuanya menguji keseimbangan tubuh, koordinasi seluruh tubuh, serta kemampuan robot dalam menghindari rintangan.

"Lomba lari rintangan 400 meter ini merupakan peningkatan dari lomba rintangan 100 meter tahun lalu. Dari segi tingkat kesulitan keseluruhan, tantangannya jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu. Platform tinggi, jungkat-jungkit, rintangan ban, terowongan merangkak, dan tiang pijakan plum blossom—semuanya merupakan tambahan baru. Hal yang mengejutkan kami adalah, mengingat tingkat kesulitan yang meningkat, kami sempat mengira robot akan kesulitan menyelesaikan lomba. Namun, seperti yang baru saja Anda saksikan, performa seluruh tim peserta secara umum cukup mulus. Kemampuan kendali robot kini berada pada tingkat yang lebih tinggi," ujar Chen Bin, Direktur Acara Cabang Atletik di World Humanoid Robot Games Kedua.

Berdasarkan hasil akhir, Tim Tianjiao, Tim Shanghai AGIbot, dan Tim Tiangong menempati tiga posisi teratas dengan catatan waktu masing-masing 4:11,44; 4:19,13; dan 4:32,65.

Perlombaan ini menyimulasikan berbagai skenario yang bertujuan melatih kemampuan respons komprehensif robot serta mengumpulkan pengalaman teknis untuk penerapan di masa depan, seperti dalam bidang penyelamatan darurat dan eksplorasi lapangan.

Ajang yang berlangsung selama lima hari hingga hari Rabu (26/8) ini telah menarik partisipasi 666 tim dan 2.056 robot dari 16 negara dan wilayah di enam benua. Jumlah partisipasi tim meningkat empat kali lipat dibandingkan edisi perdana tahun lalu. Acara ini mempertandingkan 51 jenis lomba, naik dari 26 jenis pada tahun lalu, sementara jumlah pertandingan melonjak dari 487 menjadi 1.301.