Beijing, Bharata Online - Dalam ajang World Humanoid Robot Games ke-2 yang sedang berlangsung di Beijing, robot-robot buatan Tiongkok memamerkan kemampuan pengendalian gaya yang luar biasa dalam tantangan memaku, yang menegaskan potensi besar mereka untuk aplikasi industri di dunia nyata.

Di lokasi kompetisi, robot berdiri di depan meja kerja sambil memegang palu di tangan kanan dan paku di tangan kiri. Tugas ini mengharuskan mesin untuk menempatkan paku secara vertikal pada papan gabus dan memukulnya hingga masuk ke titik sasaran yang telah ditentukan.

Menurut peraturan kompetisi, pukulan yang berhasil mengharuskan paku tertanam sepenuhnya ke dalam papan, tanpa ada bagian kepala paku yang menonjol atau paku yang bengkok secara nyata. Skor akhir ditentukan oleh jumlah paku yang berhasil dipasang dengan benar dalam durasi lima menit.

Kesulitan utama dari tugas ini terletak pada kemampuan robot untuk memosisikan paku secara presisi dan menjaga arah pukulan agar tetap tegak lurus sempurna.

"Pukulan awal untuk menancapkan paku sangatlah krusial. Robot harus terlebih dahulu menancapkan paku ke papan gabus sebelum dapat mengayunkan palu di tangan kanannya untuk pukulan-pukulan berikutnya. Ini merupakan tantangan teknis yang besar. Selama kompetisi, kami melihat banyak paku yang tertanam dengan posisi miring. Berdasarkan peraturan kami, paku yang miring tidak akan dihitung dalam skor akhir; hal ini benar-benar menguji kemampuan pengendalian gaya robot tersebut," ujar Wang Shilong, salah satu juri kompetisi.

Kemajuan pesat teknologi robotika yang ditampilkan dalam acara ini telah membuat para penonton sangat terkesan.

"Saat menyaksikan kompetisi sore ini, saya bisa merasakan betapa pesatnya perkembangan teknologi robot. Bentuk dan gerakan mereka sudah sangat menyerupai manusia. Sangat menarik untuk disaksikan, dan membuat kita merasa bahwa robot bisa sangat efektif dalam mengambil alih pekerjaan berbahaya di masa depan," kata Zhao Chen, seorang penonton.

Berlangsung dari hari Sabtu (22/8) hingga Rabu (26/8), ajang ini telah menarik partisipasi 666 tim dan 2.056 robot dari 16 negara dan wilayah di enam benua, dengan jumlah tim yang berpartisipasi meningkat empat kali lipat dibandingkan edisi perdana tahun lalu.

Acara ini menampilkan 51 jenis kompetisi yang dibagi menjadi dua kategori utama: pertandingan kompetitif dan tantangan berbasis skenario.

Kategori kompetitif mencakup cabang atletik, sepak bola, senam, angkat besi, seni bela diri, tari jalanan (street dance), dan tarik tambang. Sementara kategori berbasis skenario mengambil latar lingkungan dunia nyata, seperti pabrik, hotel, rumah, lokasi tanggap darurat, rumah sakit, dan area ritel.