BEIJING, Bharata Online - Saat dunia memperingati ulang tahun ketiga Inisiatif Peradaban Global (GCI) Tiongkok, visi Presiden Xi Jinping untuk dialog lintas budaya tetap menjadi kunci dalam membentuk kerja sama internasional. Pertama kali diusulkan pada 15 Maret 2023, selama Pertemuan Tingkat Tinggi Partai Komunis Tiongkok dalam Dialog dengan Partai Politik Dunia, inisiatif ini terus memengaruhi wacana global tentang modernisasi budaya.

"Peradaban menjadi dinamis melalui pertukaran dan tumbuh melalui pembelajaran bersama," kata Xi, yang menjabat sebagai presiden Tiongkok sekaligus sekretaris jenderal Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok. Pernyataannya menekankan bahwa masa depan bersama umat manusia bergantung pada penerimaan keragaman sambil mengejar tujuan pembangunan bersama.

Prinsip-prinsip utama dari pidato presiden Xi Jinping meliputi:

  • Menolak klaim superioritas antar peradaban
  • Melestarikan warisan budaya melalui inovasi
  • Mengatasi tantangan global melalui solusi kolaboratif.

Para analis mencatat semakin relevannya GCI pada tahun 2026 seiring negara-negara menghadapi disrupsi teknologi dan pergeseran geopolitik. Inisiatif ini dilaporkan telah memengaruhi kerangka kerja multilateral dalam kemitraan ASEAN dan BRICS, meskipun metrik implementasi spesifiknya masih belum diungkapkan. [CGTN]