BAOTING, Bharata Online - Di Baoting, Hainan, nasi tabung bambu lebih dari sekadar makanan – ini adalah warisan budaya yang hidup. 

Ketika kelompok etnis Li berburu atau bertani di pegunungan, mereka beralih ke alam untuk memasak: beras Shanlan yang lengket, daging buruan atau babi, dimasukkan ke dalam tabung bambu segar, ditutup dengan daun pisang, dan dipanggang perlahan di atas api terbuka. 

Hasilnya? Nasi yang lembut dengan aroma bambu dan sari yang gurih – lembut, harum, dan tak terlupakan. 

Saat ini, metode memasak yang telah lama diwariskan ini, yang diakui sebagai warisan budaya tak benda, masih diturunkan dari generasi ke generasi dalam keluarga etnis Li, menjaga akar hutan mereka tetap hidup dalam setiap gigitan. [CGTN]