Zhangjiakou, Bharata Online - Tiongkok telah meningkatkan upaya pemulihan ekologi tahun ini dengan memanfaatkan teknologi dan koordinasi lintas wilayah untuk memperbaiki ekosistem yang rusak, serta bersiap memulai rangkaian proyek baru dalam beberapa bulan mendatang.

Di Zhangjiakou, Provinsi Hebei (Tiongkok Utara), para peneliti menggunakan tabung pengarah akar untuk membantu bibit pohon mengembangkan sistem perakaran yang lebih dalam dan menjangkau air tanah. Metode ini mengurangi ketergantungan pada irigasi genangan (flood irrigation) yang secara tradisional digunakan untuk penanaman pohon di lahan berpasir.

Teknik tersebut telah meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pohon selama tiga tahun di lahan berpasir seluas hampir 667 hektare, dari sekitar 35 persen dengan metode penanaman konvensional menjadi 92 persen.

"Akar telah tumbuh hingga kedalaman dua sampai tiga meter dan kini mampu menjangkau air tanah. Bibit-bibit tersebut dapat mencari air secara mandiri dengan menjulurkan akarnya lebih dalam ke dalam tanah," ujar Xu Zhenhua, Wakil Presiden Akademi Ilmu Kehutanan dan Padang Rumput Hebei.

Upaya pemulihan juga sedang berlangsung di provinsi kepulauan Hainan di wilayah selatan, di mana koridor ekologi sedang dibentuk untuk menghubungkan kembali kawasan hutan hujan tropis yang terfragmentasi. Para pekerja menanam spesies asli, termasuk pohon gaharu dan Chinese Plum, di lahan tak terpakai guna memulihkan konektivitas antarhabitat hutan.

"Melalui enam pendekatan pemulihan yang disesuaikan secara khusus, kami menanam 13 spesies pohon asli. Kami menargetkan penyelesaian proyek pada akhir September. Upaya ini akan membantu menghubungkan kembali bagian-bagian ekosistem hutan hujan tropis yang terfragmentasi dan memungkinkan hutan hujan untuk kembali menguasai kawasan ini," kata Liu Xianyong dari Cabang Wuzhishan di bawah Administrasi Taman Nasional Hutan Hujan Tropis Hainan.

Menjelang akhir tahun ini, Tiongkok berencana meluncurkan rangkaian proyek konservasi dan pemulihan lanskap baru di zona-zona ekologi utama, termasuk Dataran Tinggi Qinghai-Tibet serta daerah aliran Sungai Kuning dan Sungai Yangtze.

Pemerintah pusat Tiongkok juga akan menyempurnakan insentif keuangan untuk proyek-proyek semacam itu dan, untuk pertama kalinya, mengizinkan pemerintah provinsi mengajukan permohonan pendanaan secara bersama, guna mendukung pemulihan terkoordinasi yang melintasi batas-batas wilayah provinsi.