Beijing, Bharata Online - Kementerian Transportasi Tiongkok mengumumkan peluncuran resmi rencana aksi "AI plus Transport" pada hari Kamis (20/8) untuk mempercepat integrasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam sektor transportasi negara tersebut.

Pengumuman itu disampaikan dalam konferensi pers di Beijing, yang menandai dimulainya inisiatif berskala penuh untuk mempercepat penerapan komersial berskala besar bagi teknologi, peralatan, dan model bisnis baru di sektor transportasi.

Rencana ini berfokus pada 10 bidang utama, termasuk pengemudian cerdas, jalan raya cerdas, perkeretaapian cerdas, penerbangan sipil cerdas, dan transportasi multimoda cerdas. Kementerian Transportasi Tiongkok telah menerbitkan pedoman untuk 41 skenario utama dan memulai gelombang pertama proyek percontohan.

"Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah mempercepat integrasi mendalam antara AI dan transportasi, dengan fokus pada empat arah utama: infrastruktur, kendaraan dan peralatan transportasi, layanan transportasi, serta tata kelola industri. Teknologi-teknologi tersebut telah diterapkan dalam 860 skenario yang mencakup seluruh bidang perkeretaapian, transportasi umum, transportasi air, penerbangan, dan layanan pos," ujar Xu Wenqiang, Direktur Departemen Sains dan Teknologi Kementerian Transportasi Tiongkok.

Proyek-proyek yang memenuhi kriteria, seperti kematangan teknologi, penerapan di dunia nyata, dan skalabilitas di seluruh industri, akan dimasukkan ke dalam repositori inovasi serta mendapatkan akses ke panduan kebijakan, layanan standardisasi, dan dukungan promosi.

"Ada tiga tujuan utama dari rencana aksi ini. Pertama, memastikan pelaksanaan kebijakan makro. Kedua, meruntuhkan hambatan antara teknologi dengan penawaran dan permintaan industri. Terakhir, namun tidak kalah pentingnya, memanfaatkan AI untuk membenahi aspek-aspek industri yang masih lemah," kata Xu.

AI telah diterapkan secara luas di sektor transportasi Tiongkok, dengan industri perkeretaapian muncul sebagai platform penerapan utama.

Liu Yan, Wakil Direktur Departemen Sains, Teknologi, dan Hukum di Administrasi Perkeretaapian Nasional, mengatakan, "Kami sedang memperkuat pembangunan laboratorium utama dan pusat penelitian rekayasa yang terkait dengan teknologi AI, seperti operasi dan pemeliharaan cerdas kereta cepat serta pengendalian cerdas operasi kereta otonom—sekaligus mendorong pembangunan basis percontohan untuk penerapan AI di industri perkeretaapian."

Secara bersamaan, Kementerian Transportasi dan Administrasi Data Nasional Tiongkok sedang membangun sumber daya data berkualitas tinggi untuk industri ini, dengan tujuan menyusun peta data komprehensif dalam waktu tiga hingga lima tahun guna mendukung transformasi digital sektor tersebut.

Pihak berwenang menyatakan bahwa pada tahun 2030, sejumlah model berskala besar diperkirakan akan diterapkan di seluruh industri transportasi Tiongkok, dengan AI yang diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan serta mendorong perkembangan sektor tersebut secara keseluruhan.