Hunan, Bharata Online - Tiga warga muda, dua dari Prancis dan satu dari Tiongkok, menyumbangkan koleksi materi sejarah yang mendokumentasikan kekejaman Jepang pada masa perang ke sebuah gedung peringatan di Provinsi Hunan, Tiongkok Tengah.

Sumbangan tersebut diserahkan pada hari Kamis (20/8) ke Gedung Peringatan Kemenangan Perang Anti-Jepang dan Penerimaan Penyerahan Diri Jepang di Kabupaten Otonom Zhijiang Dong, Kota Huaihua.

Materi-materi yang dikumpulkan oleh para donatur di Prancis tersebut memberikan bukti tak terbantahkan mengenai kampanye pengeboman, pendudukan militer, kekejaman terhadap warga sipil, serta penjarahan yang dilakukan Jepang di Hunan selama Perang Dunia II.

Berbeda dengan arsip domestik, catatan dari pihak ketiga ini menyajikan gambaran yang objektif dan komprehensif mengenai kejahatan perang Jepang. Hal ini mengisi kekosongan dalam materi sejarah luar negeri terkait perang perlawanan di Hunan sekaligus memperkuat rangkaian bukti untuk penelitian sejarah.

Pihak gedung peringatan menyatakan akan melakukan kajian mendalam dan katalogisasi terperinci terhadap materi-materi tersebut, sembari melaksanakan upaya digitalisasi menyeluruh dan pelestarian secara elektronik.