New Delhi, Bharata Online - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, akan menghadiri KTT BRICS tahun ini di ibu kota India, New Delhi, pada hari Sabtu (12/9) dan Minggu (13/9), di saat perhatian dunia tertuju pada mekanisme kerja sama berusia 20 tahun yang memperkuat suara negara-negara Global South (Selatan Global) ini.
Dalam KTT mendatang, Xi akan bergabung dengan para pemimpin lainnya untuk merumuskan arah baru bagi pembangunan berkualitas tinggi dalam kerja sama BRICS yang lebih luas, menghimpun kekuatan kolektif Global South, serta memberikan kontribusi berupa stabilitas dan momentum positif bagi dunia yang sedang mengalami perubahan mendalam.
Selama dua dekade terakhir, BRICS telah berkembang menjadi wadah utama kerja sama antarnegara pasar berkembang dan negara berkembang, dengan peran yang terus meluas dalam urusan global.
Saat ini, BRICS telah berkembang mencakup 11 negara anggota dan 10 negara mitra, serta menjadi kekuatan pendorong bagi terwujudnya dunia multipolar dan demokrasi yang lebih luas dalam hubungan internasional.
Negara-negara BRICS mencakup hampir separuh populasi dunia, sekitar 30 persen dari ekonomi global, dan seperlima dari perdagangan global.
Tiongkok, sebagai pendukung teguh dan partisipan aktif dalam BRICS, secara konsisten menjunjung tinggi Semangat BRICS yang mengedepankan keterbukaan, inklusivitas, dan kerja sama yang saling menguntungkan, serta bekerja sama dengan para mitranya untuk mengubah aspirasi bersama menjadi kerja sama nyata dan memajukan pembangunan bersama.