Indonesia, Bharata Online - Tiongkok, sebagai anggota pendiri dan pilar utama mekanisme kerja sama BRICS, diharapkan memainkan peran penting dalam memperkuat kelompok tersebut lebih lanjut, memajukan kerja sama di antara negara-negara ekonomi berkembang, serta membentuk arah perkembangannya di masa depan. Hal ini disampaikan oleh para pakar internasional menjelang KTT BRICS ke-18 yang akan diselenggarakan di New Delhi pada hari Sabtu (12/9) dan Minggu (13/9) di bawah kepemimpinan India.

"Tiongkok telah menjadi kontributor penting dan konstruktif, sekaligus kontributor pendiri, bagi evolusi mekanisme BRICS sejak tahun-tahun awal pembentukannya. Sebagai anggota pendiri, Tiongkok senantiasa mendukung pengembangan BRICS sebagai wadah dialog, kerja sama ekonomi, dan sarana untuk mewujudkan representasi yang lebih besar bagi negara-negara ekonomi berkembang," ujar Sameep Shastri, Ketua Kamar Dagang dan Industri BRICS.

Para pakar juga menyoroti peran BRICS dalam menyatukan negara-negara Global Selatan untuk mengatasi berbagai masalah dan tantangan bersama yang mereka hadapi.

"Menurut saya, BRICS menyediakan wadah yang unik, terutama dengan keanggotaan negara-negara ekonomi berkembang yang merupakan bagian dari Global Selatan. Jadi, saya rasa kelompok ini berupaya menangani berbagai isu tersebut dengan memahami bahwa jenis negara tertentu memiliki jenis kesulitan dan tantangan yang berbeda pula," kata Santo Darmosumarto, Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika di Kementerian Luar Negeri Indonesia.

"Tiongkok telah menjadi tokoh kunci dalam mekanisme BRICS sejak awal pembentukannya hingga saat ini. Saya yakin perannya sangat vital dalam memperkuat kelompok ini. Tiongkok telah menawarkan berbagai instrumen kebijakan dan infrastruktur yang membantu BRICS berkembang menjadi wadah yang berpengaruh. Menurut saya, hal ini menghadirkan alternatif terhadap tatanan dunia yang sudah mapan. Dalam acara mendatang pun, saya berharap Tiongkok kembali menjadi peserta kunci yang mengusung inisiatif dan komitmen baru yang bermanfaat bagi banyak pihak," ujar Girma Tesfahun Kassie, Ekonom Ethiopia.

Mengingat Tiongkok dijadwalkan memegang kepemimpinan BRICS pada tahun 2027, para pakar berharap negara tersebut akan memberikan dorongan baru bagi perkembangan dan kerja sama kelompok ini.

"Tiongkok memang merupakan pilar utama BRICS. Tahun depan, Tiongkok akan menjadi tuan rumah KTT BRICS 2027. Saya yakin itu akan menjadi KTT yang sangat bersejarah," ujar Sudheendra Kulkarni, Akademisi India.