New Delhi, Bharata Online - Sebuah forum yang mempertemukan pejabat pemerintah, pemimpin bisnis, dan lembaga keuangan dari negara-negara BRICS telah diselenggarakan di New Delhi pada hari Jumat (11/9) untuk membahas cara mengubah koneksi menjadi kerja sama nyata, mulai dari kolaborasi digital hingga pengembangan keterampilan.

BRICS Business Forum 2026 berlangsung saat India bersiap menyambut para pemimpin dari negara anggota BRICS, negara mitra, dan tamu undangan untuk KTT ke-18 kelompok tersebut yang dijadwalkan pada hari Sabtu (12/9) dan Minggu (13/9).

Dengan fokus pada pembangunan jaringan perdagangan yang lebih terhubung dan tangguh, para peserta forum menyatakan sedang menjajaki cara untuk menghubungkan perusahaan di seluruh pasar BRICS yang jauh lebih luas, termasuk melalui konektivitas rantai pasok, logistik, dan kerja sama regulasi.

"Indonesia adalah anggota yang relatif baru di BRICS. Kami memfasilitasi asosiasi bisnis kami, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), untuk menjalin hubungan dengan mitra mereka di komunitas bisnis seluruh negara anggota BRICS guna menjajaki lebih banyak kolaborasi dan kerja sama investasi," ujar Erwin Muhammad Akbar, Minister Counselor (Bidang Ekonomi) di Kedutaan Besar Republik Indonesia di India.

"Fokus utama kami adalah pada pengembangan dan inovasi teknologi. Kami berupaya mencapai konektivitas internasional dan pengakuan bersama dalam pengembangan standar kompetensi talenta terampil," kata He Yong, Dekan ECR Academy, sebuah platform keterampilan digital dan teknologi yang berbasis di Tiongkok dan menawarkan pelatihan secara daring maupun tatap muka.

Teknologi digital kini muncul sebagai penghubung penting antarbisnis. Para peserta menyatakan bahwa platform digital dapat membantu perusahaan terhubung melintasi batas negara dan menciptakan lebih banyak peluang pasar.

"Kami memandang teknologi sebagai salah satu solusi untuk memperkuat BRICS, karena dengan adanya platform digital, komunikasi antarwarga, pelaku bisnis, dan negara menjadi lebih mudah, serta peluang bisnis dapat lebih mudah diketahui. Tentu saja, akan ada tantangan terkait kesenjangan digital dan sebagainya. Namun, hal itu juga menciptakan peluang investasi infrastruktur digital," ujar Mtho Xulu, Presiden Kamar Dagang dan Industri Afrika Selatan.

Sejak awal pembentukannya dua dekade lalu, mekanisme kerja sama BRICS telah berkembang menjadi kelompok yang terdiri dari 11 negara anggota penuh dan 10 negara mitra, yang secara bersama-sama mewakili pasar negara berkembang utama dan ekonomi berkembang di seluruh dunia.