Shanghai, Bharata Online - Meningkatnya jumlah penerbangan internasional serta kebijakan masuk bebas visa yang ramah wisatawan telah mendorong pertumbuhan pariwisata masuk (inbound tourism) ke Tiongkok selama periode liburan musim panas.
Tiongkok telah memperluas kebijakan bebas visa dalam beberapa tahun terakhir, yang memungkinkan wisatawan untuk tinggal lebih lama dan bepergian lebih luas, sembari memperkenalkan insentif tambahan seperti pengembalian pajak instan bagi pengunjung yang hendak meninggalkan negara tersebut.
Selama puncak perjalanan musim panas, Seoul, Bangkok, dan Singapura tercatat sebagai pasar sumber utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Tiongkok.
Sementara itu, Eropa muncul sebagai wilayah sumber pengunjung yang pertumbuhannya pesat. Data dari Umetrip, sebuah platform layanan penerbangan dan perjalanan asal Tiongkok, menunjukkan bahwa jumlah penumpang pada penerbangan masuk dari Eropa melampaui 1,41 juta orang antara tanggal 1 Juli hingga 25 Agustus 2026, meningkat lebih dari 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Saya menggunakan penerbangan langsung dari Air China, dari Munich ke sini. Perjalanannya memakan waktu sekitar 10 setengah jam. Penerbangannya nyaman, jadi tidak ada masalah sama sekali. Menurut saya, Tiongkok kini semakin populer dan semakin penting bagi dunia," ujar Fabien, seorang wisatawan mancanegara.
Untuk memenuhi permintaan perjalanan lintas batas yang terus meningkat, maskapai penerbangan Tiongkok telah memperluas jaringan rute internasional mereka selama musim perjalanan musim panas.
"Selama musim perjalanan musim panas, kapasitas penerbangan internasional kami tumbuh sebesar 6,2 persen secara tahunan, dengan rute ke Eropa dan Asia Tenggara mencatat peningkatan lebih dari 20 persen," kata Yang Chunfei, Wakil Manajer Umum departemen pemasaran China Eastern Airlines.