Guizhou, Bharata Online - Liga pacuan kuda tingkat desa yang memiliki ciri khas lokal yang kuat telah berperan penting dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata, di Kabupaten Sandu, Provinsi Guizhou yang bergunung-gunung di Tiongkok Barat Daya. Ajang ini menarik ratusan ribu wisatawan ke arena pacuan untuk menyaksikan balapan kuda yang memukau serta menikmati penampilan para penunggangnya.
Liga "Pacuan Kuda Desa Guizhou" tingkat kabupaten itu sedang berlangsung meriah di Kabupaten Otonom Shui Sandu selama musim liburan musim panas tahun ini, dengan area penonton di arena pacuan kuda Shuidong Duanpo dipadati oleh wisatawan.
Lebih dari 400 ekor kuda dan lebih dari 200 penunggang dari desa-desa setempat telah berkompetisi di lintasan pacu. Banyak penunggang mengikuti tradisi lokal dengan memacu kuda tanpa alas kaki dan tanpa pelana standar, sembari mencengkeram tubuh kuda dengan kuat menggunakan kaki mereka, sehingga menampilkan pesona unik pacuan kuda pedesaan.
"Saya baru saja menyaksikan pacuan kuda dan merasa bahwa masyarakat etnis minoritas Shui memiliki semangat yang sangat positif dan dinamis. Hal itu membuat saya terharu hingga meneteskan air mata," ujar Xiao Manli, Wisatawan Asal Beijing.
Selain menyaksikan pacuan kuda, para pengunjung juga mengaku tertarik dengan daya tarik kuliner dan budaya di wilayah tersebut.
"Ada begitu banyak makanan lezat di sini, termasuk *hotpot* kuah asam, ikan kuah asam, dan *hotpot* kacang. Bahkan sebagai pengunjung dari daerah lain, saya merasa makanannya sangat menggugah selera. Penduduk setempat pun hangat dan ramah," kata Xia Xia, Wisatawan Asal Kota Suzhou, Provinsi Jiangsu, Tiongkok Timur.
Di luar arena pacuan, pemerintah setempat memanfaatkan lonjakan pengunjung akibat acara pacuan kuda ini untuk menyediakan layanan wisata budaya pelengkap, termasuk kegiatan menonton pada siang hari dan aktivitas rekreasi pada malam hari.
Menurut statistik dari Biro Kebudayaan dan Pariwisata Sandu, dari bulan Januari hingga Juli 2026, Sandu mencatat total 3,9 juta kunjungan wisatawan, yang menghasilkan pendapatan pariwisata sebesar lebih dari 3,9 miliar yuan (sekitar 10,3 triliun rupiah).