Yunnan, Bharata Online - Wisatawan mancanegara di Provinsi Yunnan, Tiongkok Barat Daya, kini mulai masuk ke dapur warga setempat, belajar memasak hidangan tradisional, dan menikmati cita rasa kehidupan sehari-hari yang melampaui sekadar kegiatan wisata biasa.

Berkat perluasan kebijakan bebas visa, Tiongkok kini menyambut lebih banyak wisatawan internasional dibandingkan sebelumnya. Para pengunjung berbondong-bondong mendatangi destinasi di Tiongkok yang menawarkan pengalaman budaya unik dan mendalam, mulai dari tradisi lokal hingga pengalaman langsung mengolah kuliner.

Di Yunnan, wisatawan asing merasakan langsung kehidupan masyarakat Tiongkok dengan memasuki dapur warga dan belajar memasak hidangan tradisional. Salah satu pengalaman ini dipandu oleh Wu Fanzi, yang mengawali harinya di pasar petani yang ramai di Kota Lijiang.

Setiap pagi, Wu mengajak wisatawan asing berkeliling di antara lapak-lapak yang penuh warna, memperkenalkan bahan-bahan lokal, rempah-rempah, serta kisah di balik beragam kuliner Yunnan. Setelah sebelumnya bekerja sebagai pemandu wisata, Wu mulai membuka kelas memasak pada tahun 2020.

"Saya selalu mencintai kuliner. Dari situlah idenya bermula. Dan karena saya bisa berbahasa asing, saya berpikir, mengapa tidak berbagi sisi terbaik budaya kampung halaman saya dengan orang-orang dari seluruh dunia?" ujar Wu Fanzi, seorang instruktur kuliner.

Usai pengalaman menjelajahi pasar yang memanjakan indra, para pengunjung menuju dapur untuk belajar mengolah hidangan khas setempat, seperti "ayam hantu" (ghost chicken), sebuah hidangan salad ayam khas suku Jingpo, serta mi beras Yunnan yang terkenal. Bagi banyak orang, kelas-kelas ini memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar urusan makanan.

"Senang sekali bisa melihat dan merasakan sedikit kehidupan warga setempat—apa yang mereka lakukan di sini—alih-alih hanya sekadar lewat atau berkunjung sebagai turis biasa. Dan bagi kami, hal terpenting adalah bisa memperlihatkan kehidupan masyarakat Tiongkok kepada anak-anak kami," kata Caroline Gutmann, Wisatawan Prancis.

"Kelas memasak ini memberikan banyak kenangan istimewa bagi kami. Ini jelas masuk dalam daftar tiga perjalanan paling berkesan bagi saya," ujar Alan Cerutti, Wisatawan Belgia.

Wu mengungkapkan bahwa kelasnya telah menerima sekitar 2.000 tamu dari hampir 30 negara. Musim panas ini, seiring banyaknya wisatawan yang mencari tempat untuk menghindari suhu ekstrem di wilayah lain, iklim dan budaya Yunnan menjadi daya tarik utama, sehingga kelas Wu pun menjadi lebih ramai dari sebelumnya.

"Tahun ini sangat sibuk. Kebijakan bebas visa Tiongkok benar-benar memberikan manfaat bagi usaha kecil seperti milik saya, dengan mendatangkan lebih banyak pesanan dan pengunjung internasional," kata Wu.

Wu juga mengatakan bahwa ia berencana untuk memperluas kelas-kelas tersebut di masa mendatang, termasuk dengan menghadirkan pengalaman membuat kue, sehingga para wisatawan dapat terus menjelajahi Yunnan dan wilayah Tiongkok lainnya melalui petualangan kuliner yang melibatkan partisipasi langsung dan penuh cita rasa.