London, Bharata Online - Semakin banyak wisatawan internasional yang memilih untuk kembali ke Tiongkok setelah menikmati kunjungan mereka sebelumnya. Banyak di antara mereka yang antusias untuk melakukan penjelajahan lebih mendalam yang mencakup berbagai wilayah, didorong oleh minat terhadap pengalaman perjalanan yang lebih imersif serta kebijakan masuk yang kini lebih praktis dan efisien.
Tren "Wisata Tiongkok" (China Travel) telah menarik perhatian dunia dalam beberapa bulan terakhir, ketika perluasan daftar negara yang mendapatkan fasilitas bebas visa ke Tiongkok turut mendongkrak angka kunjungan wisatawan.
Salah satu kelompok yang menikmati manfaat ini adalah wisatawan dari Inggris, yang kini dapat tinggal selama 30 hari di Tiongkok berkat kebijakan bebas visa sepihak yang diberlakukan oleh pemerintah Tiongkok awal tahun ini.
Ulvi, seorang wisatawan asal Inggris, adalah salah satunya. Baginya, Tiongkok telah menjadi bagian yang terus berulang dalam catatan perjalanannya.
Setelah tiga kali berkunjung dan kini sedang merencanakan petualangan keempatnya di Tiongkok, Ulvi telah menjelajah jauh melampaui rute wisata umum di Beijing dan Shanghai. Ia telah mengunjungi ibu kota kuno Xi'an, Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, bahkan hingga ke kaki pegunungan Himalaya. Setiap perjalanan memberinya banyak kebahagiaan, dan ia merasa tidak pernah cukup menjelajahi negara tersebut.
"Saya sangat menyukai Tiongkok karena negara ini luar biasa dan menakjubkan. Kunjungan terakhir saya baru saja dilakukan pada bulan Mei. Saya pergi ke Xi'an dan menaiki kereta malam dari Xining menuju Lhasa—sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan—serta sangat menikmati Tibet dan juga pelayaran di Sungai Yangtze. Tentu saja, saya ingin kembali berwisata ke Tiongkok. Saya berencana menjelajahi Jalur Sutra (Silk Road) lagi pada bulan Mei tahun depan," ujar Ulvi.
Dalam beberapa tahun terakhir, agen perjalanan di Inggris mengamati bagaimana maraknya video seputar wisata Tiongkok di media sosial telah memicu lonjakan pertanyaan dari warga Inggris yang ingin merasakan pengalaman di Tiongkok yang dinamis dan kaya akan keragaman. Hal ini mendorong para penyelenggara perjalanan untuk memperbarui paket wisata mereka dengan menyertakan destinasi yang tidak biasa serta berbagai atraksi wisata modern yang mutakhir.
"Sebagai contoh, ada pertunjukan drone di Chongqing. Ada banyak tempat unik di Tiongkok, dan drone juga digunakan untuk mengantar kopi. Ini adalah pengalaman menarik yang ingin kami hadirkan bagi para tamu kami. Hanya dengan memadukan semua hal ini, kami dapat benar-benar menampilkan wajah bangsa Tiongkok yang utuh dan beragam, serta menciptakan pengalaman wisata yang sungguh berbeda. Dengan demikian, kami dapat memastikan wisatawan terus kembali ke Tiongkok sembari mereka menjelajahi dunia," ujar Wu Yu, Presiden sebuah agen perjalanan yang berbasis di Inggris.
Begitu tiba di lokasi, pengunjung sering kali dibuat terkesan oleh infrastruktur transportasi negara tersebut, khususnya jaringan kereta cepatnya.
"Oh, mereka menyukai kecepatannya, kebersihannya, efisiensinya, dan betapa lajunya kereta tersebut. Beberapa pelanggan kami memiliki aplikasi yang memungkinkan mereka melihat bahwa kecepatan perjalanan mereka dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan kereta di Inggris. Kereta di Tiongkok selalu tampak tepat waktu. Jarang sekali ada keterlambatan. Kondisinya selalu bersih dan menjadi moda transportasi yang luar biasa. Pelanggan kami pun kerap memberikan umpan balik yang mengatakan: 'Salah satu pengalaman terbaik dalam perjalanan kami ke Tiongkok adalah menaiki kereta cepat'," kata Jimmy McLean, Manajer Layanan Pelanggan di sebuah perusahaan perjalanan Inggris.
Kebijakan bebas visa telah mendorong banyak orang untuk akhirnya mewujudkan impian perjalanan yang telah lama mereka dambakan, serta memotivasi mereka untuk berbagi pengalaman langsung dan mengajak orang lain melakukan hal serupa.
"Dengan meniadakan persyaratan visa—setidaknya untuk tahun ini—saya tahu hal itu memberikan dorongan lebih bagi orang-orang untuk bepergian dan menjelajahi negara ini. Semakin banyak orang yang berkunjung, semakin banyak pula tanggapan positif yang muncul," ujar Ulvi.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Joan, seorang wisatawan sekaligus pendidik asal Inggris.
"Biasanya kita hanya mengetahui tentang Tiongkok dari apa yang ditampilkan media, namun tidak ada yang lebih baik daripada benar-benar mengunjungi negara tersebut dan berinteraksi langsung dengan penduduknya. Saya seorang guru, dan sepulangnya ke sekolah, saya bisa membuat proyek kecil tentang Tiongkok. Sungguh menyenangkan bisa berbagi pengalaman tersebut dengan anak-anak didik saya," ujarnya.