Dongxing, Bharata Online - Sejumlah besar wisatawan Vietnam membanjiri kota-kota di Tiongkok pada akhir pekan lalu, tak lama setelah perluasan terbaru kebijakan transit bebas visa Tiongkok pada 20 Agustus 2026.
Otoritas imigrasi mengumumkan pada hari Kamis (20/8) bahwa Tiongkok telah memasukkan Kirgistan dan Vietnam ke dalam program transit bebas visa 240 jam, sehingga total negara yang memenuhi syarat untuk kebijakan ini menjadi 57 negara.
Menurut Administrasi Imigrasi Nasional (National Immigration Administration/NIA) Tiongkok, mulai 20 Agustus 2026, warga negara Kirgistan dan Vietnam yang memegang paspor biasa serta tiket perjalanan lanjutan (interline) dengan tanggal dan rencana perjalanan yang telah dikonfirmasi menuju negara atau wilayah ketiga dapat memasuki Tiongkok melalui salah satu dari 65 pelabuhan di seluruh negeri dan tinggal hingga 240 jam, atau 10 hari, tanpa visa.
Sebagai pintu gerbang penting bagi keterbukaan dan kerja sama Tiongkok dengan ASEAN, Daerah Otonom Guangxi Zhuang di Tiongkok Selatan secara aktif mengembangkan pariwisata lintas batas dan membuka rute perjalanan lintas batas akhir pekan berkualitas tinggi yang menawarkan kemudahan proses bea cukai serta beragam pengalaman.
Dalam tujuh bulan pertama tahun ini, jumlah kedatangan dan keberangkatan penumpang asal Vietnam di pelabuhan-pelabuhan Guangxi mencapai 4,116 juta orang, meningkat 10,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada hari Jumat (21/8), kelompok wisata lintas batas akhir pekan pertama yang terdiri dari 240 wisatawan Vietnam melintasi Pelabuhan Dongxing di Guangxi untuk berwisata di Nanning dan Chongzuo, Guangxi.
"Saya berharap selama perjalanan ke Guangxi, Tiongkok ini, saya dapat melihat pemandangan indah, mencicipi makanan lezat, dan menjalin lebih banyak pertemanan dengan warga Tiongkok," ujar Duong Thu Giang, Wisatawan Vietnam.
Pada Sabtu (22/8) dua penerbangan dari Kota Ho Chi Minh dan Hanoi, yang membawa total 306 penumpang, mendarat dengan lancar di Bandara Internasional Qingdao Jiaodong di Provinsi Shandong, Tiongkok Timur.
Pihak bandara, otoritas bea cukai, pemeriksaan perbatasan, dan instansi terkait lainnya terus meningkatkan layanan pendukung guna memastikan kenyamanan perjalanan bagi penumpang yang datang maupun berangkat.
"Kami telah meluncurkan layanan check-in berbasis zona untuk penerbangan internasional, yang memungkinkan transfer through-check-in lintas maskapai dan lintas batas dengan sistem 'klaster', serta menyediakan akomodasi gratis bagi penumpang transit internasional yang menginap. Kami juga terus memperluas area pengisian kartu kedatangan serta memperlebar ruang verifikasi dan jalur akses," ujar Zhang Xiaochen, Wakil Manajer Bagian Manajemen Mutu di bawah Departemen Manajemen Layanan Qingdao Airport Group.
Sebagai pusat penerbangan penting yang menghubungkan wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, Bandara Internasional Kunming Changshui di Provinsi Yunnan, Tiongkok Barat Daya, melayani lebih dari 570 penerbangan internasional setiap minggunya, dengan rata-rata arus penumpang harian mencapai sekitar 11.000 orang. Saat ini, bandara tersebut telah membuka berbagai rute penumpang menuju Hanoi, Kota Ho Chi Minh, Nha Trang, Pulau Phu Quoc, dan destinasi lainnya di Vietnam.