Tibet, Bharata Online - Setidaknya tiga orang tewas dan 265 lainnya masih dinyatakan hilang setelah tanah longsor melanda sebuah pelabuhan di perbatasan Tiongkok-Nepal, tepatnya di Daerah Otonom Tibet, Tiongkok Barat Daya, pada Rabu (26/8) pagi, menurut keterangan pejabat setempat.

Tanah longsor yang terjadi di sisi perbatasan wilayah Nepal tersebut menghantam Pelabuhan Gyirong di Kabupaten Gyirong, Tibet.

Menurut informasi dari pos komando di lokasi kejadian, pihak berwenang masih melakukan verifikasi jumlah korban, sementara upaya penyelamatan terus berlangsung.

Menyusul bencana tersebut, Kementerian Manajemen Darurat Tiongkok segera mengaktifkan upaya penyelamatan dan tanggap darurat. Mereka mengirimkan tim kerja ke lokasi untuk membantu penanganan serta mengerahkan 601 personel dari tim pemadam kebakaran dan penyelamatan nasional, ditambah 325 personel teknis dari perusahaan teknik dan penyelamatan milik negara China Anneng, Power Construction Corporation of China (PowerChina), dan organisasi lainnya.

Otoritas pemadam kebakaran dan penyelamatan wilayah Tibet juga telah mengerahkan tim penyelamat dan bantuan ke lokasi kejadian.

Pasukan Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army/PLA) dan petugas polisi bersenjata juga telah dikerahkan untuk membantu operasi penyelamatan.

Lebih dari 140 petugas dan prajurit dari Detasemen Xigaze di bawah Pasukan Polisi Bersenjata Rakyat Tiongkok, dengan membawa lebih dari 200 perangkat penyelamatan darurat, segera dikerahkan untuk membantu operasi bantuan pada sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Sebuah unit di bawah Komando Militer Tibet telah mengirimkan pasukan penyelamat darurat ke wilayah terdampak. Tim penyelamat kedua beserta peralatan teknik dari unit ini telah bersiaga untuk dikerahkan, sementara pasokan bantuan—termasuk makanan, air, tenda, dan obat-obatan, telah disiapkan di lokasi.

Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok mengaktifkan status tanggap darurat Tingkat II untuk bencana geologi—tingkat tertinggi kedua dalam sistem tanggap darurat empat tingkat di Tiongkok, dan mengirimkan tim kerja ke lokasi untuk memandu operasi penyelamatan serta mencegah bencana susulan, demikian pernyataan kementerian tersebut.

Komisi Nasional Pencegahan, Pengurangan, dan Penanggulangan Bencana, bersama Kementerian Manajemen Darurat, membantu mengalokasikan 30.000 paket bantuan pusat, termasuk tenda, kompor, pakaian, selimut, tempat tidur lipat, dan alas anti-lembap—guna mendukung upaya evakuasi, penempatan kembali, dan penyaluran bantuan.

Wilayah Tibet telah mengaktifkan status tanggap darurat dan bantuan tingkat tertinggi untuk bencana alam. Sementara itu, Kementerian Keuangan dan Kementerian Manajemen Darurat Tiongkok mengalokasikan dana bantuan bencana sebesar 120 juta yuan (sekitar 317 miliar rupiah) untuk mendukung Tibet dalam operasi penyelamatan darurat dan penanggulangan bencana, sedangkan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional mengalokasikan dana anggaran pusat sebesar 100 juta yuan (sekitar 264 miliar rupiah) untuk mendukung upaya pemulihan darurat dan rekonstruksi pascabencana.

Badan meteorologi setempat memperkirakan hujan akan terus turun di wilayah Kabupaten Gyirong mulai Rabu (26/8) malam hingga Minggu (30/8), serta memperingatkan adanya potensi banjir, tanah longsor, dan bencana sekunder lainnya di daerah dataran rendah.