Hohhot, Bharata Online - Hohhot, ibu kota Daerah Otonomi Mongolia Dalam di Tiongkok Utara, dinobatkan sebagai "Ibu Kota Susu Dunia" pada Konferensi Industri Susu Dunia 2026.
Acara dua hari yang berakhir di kota itu pada hari Minggu (2/8) itu mempertemukan para pemimpin asosiasi industri internasional, akademisi, dan eksekutif senior dari rantai susu global utama untuk merancang arah pembangunan berkelanjutan di sektor ini.
Dengan sumber daya alam yang melimpah, Hohhot menjadi lokasi kantor pusat dua perusahaan susu terkemuka di dunia, Yili Group dan Mengniu Group. Pada tahun 2025, seluruh rantai industri susu kota ini mencatat pendapatan melebihi 300 miliar yuan (sekitar 796,5 triliun rupiah).
"Hohhot memiliki potensi besar dan sumber daya alam yang melimpah. Sebenarnya, daerah ini benar-benar bisa menjadi pusat produksi susu, bukan hanya produksi tetapi juga inovasi dan benar-benar garda terdepan pembangunan dunia, dengan tujuan keberlanjutan dan jejak karbon serta sejumlah hal lain yang seharusnya menjadi perhatian konsumen dan dunia. Hohhot, khususnya industri susu, telah benar-benar membuat kemajuan yang luar biasa, jadi saya pikir mereka pantas mendapatkannya," ujar Pavinee Chinachoti, Presiden Terpilih dari International Union of Food Science and Technology.
"Ini pertama kalinya saya berada di sini, tetapi yang benar-benar saya lihat adalah padang rumput, kehijauan, hujan, yang merupakan bagian dari awal segalanya. Ini tentang pemberian makan sapi dan dari mana susu cair yang subur itu berasal. Sektor ini secara global menghadapi banyak tantangan. Pada saat yang sama, ada banyak dinamisme. Inovasi, teknologi, selalu mencari ilmu pengetahuan selanjutnya untuk memajukannya. Ketika saya melihat bagaimana Yili dan Mengniu bekerja di bidang inovasi dan teknologi, itu sungguh luar biasa," kata Laurence Rychen, Direktur Jenderal Federasi Susu Internasional.
Sementara itu, perusahaan susu ternama dunia seperti Fonterra dan Tetra Pak juga telah mengunjungi kota ini untuk menjajaki peluang kerja sama lintas batas lebih lanjut.
"Industri susu Tiongkok telah mencapai kemajuan yang luar biasa. Saat ini, industri ini bukan hanya salah satu pasar susu terbesar di dunia, tetapi juga sumber inovasi dan kepemimpinan yang semakin penting dalam sektor susu. Tiongkok memiliki peningkatan permintaan akan kesehatan dan nutrisi, serta fokus pada target keberlanjutan untuk mengurangi emisi karbon. Pemahaman yang tinggi tentang susu sangat berkaitan dengan kedua prioritas ini dari perspektif nutrisi dan keberlanjutan," tutur Peter Mcbride, Ketua Fonterra.