Guangxi, Bharata Online - Kanal Pinglu memulai uji coba pelayaran kapal pada hari Rabu (12/8), menandai langkah penting menuju rencana pembukaan jalur air utama Tiongkok ini pada bulan September 2026.

Uji coba dimulai ketika sebuah kapal berkapasitas 5.000 ton tanpa muatan berangkat dari area layanan Xinfu di sepanjang kanal tersebut, yang terletak di Daerah Otonom Guangxi Zhuang, Tiongkok Selatan.

Empat kapal yang mewakili jenis-jenis utama yang diperkirakan akan menggunakan kanal ini akan berpartisipasi dalam uji coba tersebut, yaitu kapal berkapasitas 5.000 ton dengan dan tanpa muatan, serta kapal berkapasitas 3.000 ton dan 1.000 ton dengan muatan.

Pengujian ini akan mengevaluasi navigasi dalam kondisi normal maupun kondisi sulit, serta memeriksa kesiapan operasional jalur air, pintu air (lock), area labuh jangkar, area layanan, dan fasilitas navigasi kanal tersebut.

Kapal-kapal tersebut akan melintasi bagian-bagian utama kanal dan melakukan serangkaian uji coba, termasuk melewati pintu air, berpapasan dan mendahului kapal lain, bermanuver belok, bersandar dalam kondisi pasang surut, serta bernavigasi pada malam hari.

Uji coba tambahan direncanakan untuk kondisi yang berpotensi berbahaya, seperti pelepasan air waduk, banjir dari anak sungai, serta kombinasi angin kencang dan pasang air laut yang tinggi.

Kapal-kapal uji coba tersebut dilengkapi dengan sistem pemosisian BeiDou, pesawat nirawak (drone), dan sensor untuk mengumpulkan data mengenai rute, pergerakan, arus air, serta jarak aman antar-kapal.

Dirancang untuk mengakomodasi kapal berkapasitas hingga 5.000 ton, Kanal Pinglu sepanjang 134,2 km ini merupakan proyek kanal sungai-ke-laut besar pertama di Tiongkok yang direncanakan dan dikoordinasikan di tingkat nasional sejak tahun 1949.

Para ahli meyakini bahwa kanal ini kemungkinan besar akan memangkas waktu transportasi, menurunkan biaya logistik, dan memperkuat konektivitas antara wilayah pedalaman Tiongkok bagian barat dengan Asia Tenggara.

Membentang dari Sungai Pingtang di Kota Hengzhou, Guangxi, hingga Teluk Beibu di Laut Tiongkok Selatan, kanal ini menjadi tulang punggung Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru milik Tiongkok, yang telah berkembang menjadi rute strategis penghubung wilayah pedalaman Tiongkok dengan ASEAN dan pasar global lainnya.

Layanan kereta api di koridor tersebut mencatat rekor volume kargo sebesar 1,425 juta TEU (unit setara dua puluh kaki) pada tahun 2025, meningkat 47,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Per awal Juli 2026, jaringannya menjangkau 593 pelabuhan di 128 negara dan wilayah.