Beijing, Bharata Online - Film Tiongkok yang baru saja dirilis, "Once Upon a Time in the Middle East", telah mengguncang box office musim panas sejak tayang secara nasional pada hari Selasa (11/8), setelah tiga hari penayangan awal, dan membuat penonton menginginkan lebih dari sekadar sebuah film.
Pendapatan box office musim panas di Tiongkok telah melampaui 9,2 miliar yuan (sekitar 24,3 triliun rupiah) pada hari Kamis (13/8). "Once Upon a Time in the Middle East" telah meraup lebih dari 400 juta yuan (sekitar 1,1 triliun rupiah) dalam waktu kurang dari tiga hari, menyajikan kisah yang menyentuh hati tentang perang, perdamaian, dan kebaikan manusia melalui sudut pandang yang tak lazim: makanan.
Alih-alih mengandalkan adegan pertempuran kolosal, film ini hampir seluruhnya berlatar di sebuah restoran Tiongkok kecil di Irak yang dilanda perang pada tahun 2003. Tokoh Xu Fu, yang diperankan oleh Shen Teng, adalah seorang koki yang ingin mencari nafkah di luar negeri dan menjalani hidup yang tenang.
Namun, ketika perang tiba-tiba meletus, ia dan manajer restoran Ma Junsheng (diperankan oleh Jiang Qiming) memilih untuk tetap menjalankan operasional dapur; mereka menyajikan hidangan Tiongkok autentik sekaligus menciptakan tempat perlindungan yang aman bagi warga sipil dan anak-anak setempat di tengah kekacauan.
Berkat perpaduan unik antara tema anti-perang dan sajian makanan Tiongkok yang tampak menggugah selera, film ini meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton.
"Cara sutradara mengambil gambar makanan itu sungguh piawai. Saat menontonnya, saya jadi merasa lapar," ujar salah seorang penonton.
Sejumlah restoran menjalin kerja sama dengan pihak film untuk meluncurkan menu kolaborasi khusus yang terinspirasi dari hidangan dalam film tersebut, sekaligus mendongkrak bisnis mereka sendiri.
"Saya melihat burger di film itu dan tampilannya sangat menggugah selera. Saya mencarinya secara daring dan menemukan restoran terdekat yang menyajikan 'Xu Fu Burger' yang sama seperti di film, jadi saya harus datang dan mencobanya," kata seorang pelanggan restoran.
"Saya belum sempat menonton filmnya, tapi saya sudah mencicipi burgernya. Rasanya ternyata sangat enak," ujar pelanggan lainnya.
"Banyak pelanggan datang ke gerai kami khusus untuk membeli 'Xu Fu Beef Burger' setelah menonton 'Once Upon a Time in the Middle East'. Sejak peluncuran resmi film tersebut, rata-rata penjualan burger ini di gerai kami meningkat sekitar 40 persen dibandingkan dengan periode penayangan awal," ujar Wang Chen, Manajer Operasional Gerai Tastien Chinese Burger.
Jaringan restoran Tastien juga telah meluncurkan berbagai produk suvenir dan paket makanan bertema film tersebut. Salah satu produk suvenir baru yang tersedia melalui platform pesan-antar daring bahkan telah terjual lebih dari separuh stok awalnya hanya dalam waktu tiga hari.
Antusiasme terhadap film ini meluas jauh melampaui layar lebar, seiring keinginan penonton untuk membawa pengalaman menonton mereka keluar dari bioskop dan masuk ke dalam kehidupan sehari-hari.