Tiongkok, Bharata Online - Menurut China Movie Data Information Network, pendapatan box office musim panas Tiongkok tahun 2026, termasuk prapenjualan, telah melampaui 10 miliar yuan (sekitar 26,4 triliun rupiah) per hari Minggu (16/8), sementara total pendapatan box office nasional sepanjang tahun ini telah melebihi 25,7 miliar yuan (sekitar 67,9 triliun rupiah).
Musim penayangan film musim panas, yang berlangsung dari 1 Juni hingga 31 Agustus 2026, terus mempertahankan momentum yang kuat. Penjualan tiket maupun jumlah penonton mencatatkan rekor tertinggi untuk periode yang sama.
Para pengamat pasar menyatakan bahwa tren positif ini terus menguat seiring dengan film-film baru yang terus menarik minat penonton.
Di antara film-film yang mencatatkan kinerja luar biasa, film bertema anti-perang "Once Upon a Time in the Middle East" telah meraup pendapatan lebih dari 800 juta yuan (sekitar 2,1 triliun rupiah) hanya dalam waktu enam hari sejak dirilis, serta dengan cepat menempati posisi puncak daftar film terlaris musim panas.
Kinerja box office yang impresif ini turut didorong oleh perubahan lebih luas dalam cara operasional bioskop di Tiongkok.
Di seluruh negeri, bioskop bertransformasi dari sekadar tempat pemutaran film menjadi pusat hiburan dan konsumsi yang beragam, dengan menghadirkan berbagai kegiatan "film-plus" yang memadukan film dengan pariwisata, kuliner, produk budaya dan kreatif, serta pengalaman langsung.
Integrasi semacam ini dengan cepat memperluas rantai industri konsumsi film. Menurut perkiraan industri, total nilai produksi dari keseluruhan rantai industri film Tiongkok telah melampaui 400 miliar yuan (lebih dari 1.000 triliun rupiah) sejak awal tahun.