Beijing, Bharata Online - Sempat dipandang sebelah mata oleh penonton, animasi Tiongkok kini menjadi kekuatan besar di box office, memukau penonton dan mengubah ekspektasi industri.
Satu dekade lalu, animasi Tiongkok tertinggal jauh di belakang pesaing internasional dan sering dianggap hanya sebagai tontonan anak-anak. Kini, film animasi produksi dalam negeri menguasai hampir separuh pasar domestik, membuktikan diri sama inovatifnya dengan karya global, baik dari segi visual yang memukau maupun penceritaannya.
Film yang menjadi sensasi musim panas ini, "All Wishes Come True", yang terinspirasi oleh legenda Delapan Dewa (Eight Immortals), telah meraup lebih dari 1,4 miliar yuan (sekitar 3,7 triliun rupiah) hanya dalam waktu tiga minggu. Film ini memuncaki daftar film animasi tahun ini dan berhasil masuk dalam jajaran 10 besar film terlaris sepanjang masa di Tiongkok.
"Alurnya penuh kejutan, dengan berbagai plot twist. Kita tidak akan tahu kebenarannya sampai detik-detik terakhir," ujar seorang penonton.
"Mulai dari gaya seninya hingga cara film ini memadukan budaya tradisional dengan kehidupan modern, saya menyukai setiap aspeknya," kata penonton lainnya.
Kebangkitan ini bermula pada tahun 2015, ketika "Monkey King: Hero Is Back" mengejutkan pasar dengan perolehan hampir 1 miliar yuan (sekitar 2,6 triliun rupiah), berkat dukungan luas dari masyarakat. Kemudian hadir "Ne Zha" pada tahun 2019, yang menembus angka 5 miliar yuan (sekitar 13 triliun rupiah) dan mengubah peta pasar yang sebelumnya didominasi film impor dalam sekejap. Pada tahun 2025, "Ne Zha 2" melangkah lebih jauh dengan meraih 15,4 miliar yuan (sekitar 40,7 triliun rupiah) dan menjadi film animasi terlaris di dunia.
"Animasi tetap menjadi kekuatan dominan musim panas ini. Tahun lalu, tiga judul saja, 'Ne Zha 2', 'Zootopia 2', dan 'Nobody', menyumbang 42 persen dari total penjualan tiket tahunan. Saat ini, kualitas menjadi prioritas utama. Ini adalah kembalinya esensi sinema, dan animasi turut menikmati tren tersebut," ujar A Lang, Pemimpin Redaksi Majalah Movie View.
Film-film sukses seperti "Ne Zha", "New Gods: Yang Jian", dan seri "White Snake" telah meraih pujian kritis sekaligus dukungan luas dari penonton.
"Saya penggemar berat seri 'Ne Zha', 'New Gods: Yang Jian', dan 'White Snake'," ungkap seorang penonton. "'I Am What I Am' sungguh memukau. Film ini membuat saya menemukan kembali seni barongsai tradisional," ujar yang lain.
Beranjak dari ranah budaya pinggiran menuju jantung arus utama, kebangkitan kembali animasi Tiongkok terus bergulir, dan para penggemar film pun sudah menantikan terobosan berikutnya.