Laut Tiongkok Selatan, Bharata Online - Kondisi ekologis secara keseluruhan dari sembilan pulau dan terumbu karang yang disurvei di Laut Tiongkok Selatan umumnya baik namun menunjukkan perbedaan yang mencolok, menurut sebuah buletin yang dirilis oleh Biro Laut Tiongkok Selatan di bawah Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok pada hari Jumat (14/8).

Dokumen tersebut menyajikan evaluasi menyeluruh pertama mengenai kondisi ekologis pulau dan terumbu karang milik negara tersebut di Laut Tiongkok Selatan, sekaligus meletakkan dasar bagi perlindungan dan pengelolaannya.

Kondisi ekologis Kepulauan Xisha menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang positif, sementara Huangyan Dao di Kepulauan Zhongsha memiliki ekosistem yang unik dan beragam, demikian disebutkan dalam buletin tersebut.

Sebanyak 135 spesies karang pembentuk terumbu telah tercatat di Huangyan Dao, dengan cakupan karang hidup di kawasan lindungnya mencapai 38,8 persen.

Laporan itu mencatat bahwa kepulauan dan terumbu karang Nansha umumnya berada dalam kondisi ekologis yang baik, namun beberapa terumbu karang tertentu mengalami degradasi ekosistem yang parah.

Di Tiexian Jiao, cakupan karang hidup telah menurun hampir 70 persen dibandingkan tingkat tahun 2016, akibat wabah bintang laut mahkota duri (crown-of-thorns starfish), siklon tropis, dan aktivitas manusia—khususnya pembangunan ilegal yang terus-menerus dilakukan oleh Filipina di Zhongye Dao.

Sementara itu, pembuangan limbah terus-menerus dari kapal militer asing yang kandas secara ilegal di Ren'ai Jiao, ditambah dengan penumpukan sampah dan jaring ikan, telah mengurangi cakupan karang hidup secara drastis di lokasi tersebut serta menghambat pertumbuhan dan pemulihan karang.

Sebuah buletin terpisah menyoroti upaya Tiongkok dalam memulihkan ekosistem laut di Laut Tiongkok Selatan. Dari tahun 2021 hingga 2025, sebanyak 262 proyek restorasi ekologi laut telah dilaksanakan, dengan total investasi melebihi 21,3 miliar yuan (sekitar 56,3 triliun rupiah).

Menjelang akhir tahun 2025, sekitar 2,66 juta hektare wilayah di Laut Tiongkok Selatan telah ditetapkan sebagai kawasan garis merah konservasi ekologi laut, sementara kawasan cagar alam laut mencakup wilayah seluas sekitar 7 juta hektare.