Zhejiang, Bharata Online - Topan Dolphin telah menghantam wilayah Zhejiang di Tiongkok Timur pada akhir pekan lalu, memicu hujan deras tanpa henti dan banjir bandang. Saat badai semakin mengganas, para pejabat tingkat akar rumput di seluruh provinsi segera bertindak. Mereka mengevakuasi warga, memperkuat pertahanan, dan mengerahkan segala sumber daya untuk meminimalkan dampak buruk bagi penduduk setempat.

Pada Minggu (9/8) malam, para pejabat turun ke Desa Zhujia di Distrik Xiaoshan, Kota Hangzhou, untuk memeriksa jalan dan rumah yang terendam banjir serta menilai tingkat kerusakannya.

Zhu Xuwei, Wakil Sekretaris Cabang Umum Partai di Desa Zhujia, terlihat terjun langsung ke dalam air banjir untuk menyingkirkan sumbatan akibat tumpukan puing di saluran air menggunakan tangan kosong.

"Saat itu, ketinggian air terus meningkat. Arusnya sangat kuat, dan sumbatannya berupa gundukan kacau (campuran lumpur dan ranting pohon) yang menghambat aliran air," jelas Zhu, setelah menghabiskan waktu 15 menit berendam di air untuk membersihkan saluran tersebut.

"Kami hadir demi masyarakat. Sebagai kader desa, kami melakukan apa pun yang kami bisa untuk melayani semua orang," ujar Zhu.

Meningkatnya debit air banjir di Kota Praja Xinqiao, pusat utama budidaya hasil laut di Ningbo, mengancam akan menghanyutkan bangunan serta stok ikan di area budidaya seluas ratusan hektare, sementara para peternak ikan harus berjibaku di tengah hujan deras demi melindungi aset mereka.

Pejabat setempat membentuk telah tim tanggap darurat untuk membantu para peternak dan fasilitas budidaya mereka.

"Kami akan memantau area budidaya untuk Anda dan mengirimkan foto ketinggian air agar Anda bisa mengetahui apakah air perlu dikuras atau tidak," kata Xiao Lu, Kepala Departemen Angkatan Bersenjata Rakyat Kota Praja Xinqiao, kepada dua warga desa yang ditemuinya saat mereka hendak memeriksa tambak mereka.

Selama topan berlangsung, Xiao Lu dan rekan-rekannya melakukan patroli sepanjang waktu; mereka memastikan keselamatan warga setempat, memeriksa tambak, serta memantau fasilitas budidaya setiap tiga jam sekali.

Meskipun topan kini telah berlalu dari Zhejiang, tim tersebut tetap bertugas membantu para peternak memulihkan mata pencaharian dan melanjutkan kembali kegiatan produksi sesegera mungkin.