Shanghai, Bharata Online - Salah satu turnamen esports paling bergengsi di dunia, Dota 2 The International 2026, telah menyelesaikan rangkaian pertandingan utama yang berlangsung seru selama empat hari pada hari Minggu (23/8), dengan Team Spirit dari Rusia dinobatkan sebagai juara.

Kejuaraan multiplayer online Dota 2 tingkat utama ini menarik minat penggemar global dalam jumlah besar untuk datang ke kota tersebut.

Dota memiliki sejarah yang membentang lebih dari dua dekade, dengan jutaan pemain di seluruh dunia. Basis penggemar global yang begitu kuat menjadi salah satu alasan mengapa turnamen unggulan ini menyedot begitu banyak perhatian. Tiket kompetisi ini bahkan habis terjual hanya dalam waktu lima menit setelah mulai dijual pada 10 Juni 2026, serta menarik para pendukung fanatik dari 73 negara dan wilayah.

"Bagi saya, ini adalah sebuah impian. Kami mendapatkan kesempatan luar biasa untuk pergi ke Tiongkok, ini adalah kali pertama bagi saya, dan ini adalah ajang The International. Rasanya luar biasa dan sulit dipercaya. Sungguh sesuatu yang menakjubkan," ujar Andrei Butov, seorang penggemar Dota 2.

"Saya sudah bermain Dota selama sekitar 10 tahun. Saya merasa sangat antusias. Terima kasih banyak kepada Shanghai yang telah memberi kami kesempatan untuk datang ke sini," kata Sasha Naboka, penggemar Dota 2 lainnya.

Daya tarik global turnamen ini juga memikat para influencer esports internasional yang ingin merasakan pengalaman langsung di kota tersebut.

"Saya ingin mengunjungi Disneyland dan berbelanja, karena ini Shanghai," ujar Nurseitova Dina, Key Opinion Leader (KOL) di bidang esports.

Di luar sengitnya pertandingan di dalam gim, acara ini memadukan esports dengan budaya urban. Sebuah pertunjukan orkestra khusus digelar pada bulan Juli, disertai dengan instalasi pop-up di berbagai pusat perbelanjaan utama Shanghai.

"Banyak pemain kami adalah kaum muda yang ingin mengenal Tiongkok dan Shanghai. Turnamen ini menjadi kesempatan emas untuk memperkaya rencana perjalanan mereka. Mereka datang ke Tiongkok bukan hanya untuk mengunjungi tempat-tempat indah, tetapi juga untuk menyaksikan kompetisi favorit mereka serta menjelajahi budaya setempat. Ini adalah gaya hidup baru bagi generasi muda," kata Sam Gu, CEO Perfect World.

Kesuksesan besar kejuaraan multiplayer online battle ini secara signifikan memperkuat upaya Shanghai untuk menjadi pusat esports global.

Shanghai telah berupaya selama bertahun-tahun untuk memantapkan posisinya sebagai pusat esports dunia. Pada paruh pertama tahun ini, kota tersebut menjadi tuan rumah bagi sekitar seperempat kompetisi esports luring yang diselenggarakan di seluruh Tiongkok, sekaligus menempati peringkat pertama secara nasional dalam hal jumlah klub esports. Turnamen Dota 2 ini menjadi peluang lain bagi Shanghai untuk memperkuat posisinya di kancah esports global.