Beograd, Bharata Online - Kerja sama Serbia-Tiongkok dalam kerangka Prakarsa Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative/BRI) telah secara signifikan meningkatkan konektivitas regional bagi negara Eropa Tengah yang tidak memiliki akses laut itu, serta mendorong pembangunannya selama satu dekade terakhir, demikian disampaikan oleh seorang pakar terkemuka Serbia mengenai BRI pada hari Senin (17/8).
Prakarsa Sabuk dan Jalan, yang diusulkan oleh Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada tahun 2013, mencakup pembangunan Sabuk Ekonomi Jalur Sutra dan Jalur Sutra Maritim Abad ke-21. Prakarsa ini bertujuan membangun jaringan perdagangan dan infrastruktur yang menghubungkan Asia dengan Eropa dan Afrika melalui jalur perdagangan kuno.
Bojan Lalic, Direktur Belt and Road Institute di Beograd, mengomentari dampak transformatif dari kerja sama BRI Tiongkok-Serbia dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN). Wawancara tersebut dilakukan bertepatan dengan peringatan 10 tahun pidato penting Xi Jinping yang disampaikan dalam sebuah simposium mengenai BRI di Beijing.
Lalic menyatakan bahwa Serbia merupakan contoh utama jangkauan global BRI, seraya menyoroti proyek kereta cepat Beograd-Budapest—sebuah proyek infrastruktur unggulan BRI yang dibangun bersama oleh Tiongkok, Serbia, dan Hungaria.
"Kami sering mengatakan bahwa Serbia adalah contoh terbaik dari Inisiatif Sabuk dan Jalan di dunia karena sebagian besar kegiatan yang tercantum dalam inisiatif tersebut pada dekade pertama telah dilaksanakan di Serbia. Misalnya, kami membangun jalur kereta cepat dari Beograd ke Budapest. Kami membangun jalan raya, terowongan, dan sejumlah jembatan. Kami juga merekonstruksi terminal kantor pos kami untuk mengakomodasi pertumbuhan e-commerce. Oleh karena itu, menurut saya, Inisiatif Sabuk dan Jalan sebagai kerangka pembangunan telah memberikan dampak yang sangat besar terhadap pembangunan Serbia selama satu dekade terakhir," ujarnya.
Dianggap sebagai koridor penting bagi konektivitas regional, jalur kereta api Beograd-Budapest sepanjang 350 km itu dirancang untuk beroperasi dengan kecepatan 200 km per jam di wilayah Serbia dan 160 km per jam di wilayah Hungaria. Jalur ini akan memangkas waktu perjalanan antara kedua ibu kota tersebut dari delapan jam menjadi sekitar tiga jam setelah beroperasi penuh.
Selain proyek-proyek infrastruktur besar, Lalic juga menyoroti penguatan kerja sama bisnis yang memberikan manfaat nyata bagi Tiongkok maupun Serbia, serta menyebutkan contoh peran kunci lembaganya dalam mewujudkan kemitraan-kemitraan tersebut.
"Saya akan memaparkan dua studi kasus. Studi kasus pertama adalah penandatanganan kontrak antara Belt and Road Institute (di Beograd) dan Shandong High-Speed Company. Shandong High-Speed Company memiliki 165 SPBU di Provinsi Shandong. Jadi, melalui satu kontrak tersebut, kami menjangkau 165 lokasi tempat produk-produk Serbia dapat dijual (di Tiongkok). Hal kedua adalah kami menegosiasikan sebuah opsi, dan kini produk truffle Serbia tersedia dalam penerbangan Xiamen Airlines. Sekali lagi, melalui satu kontrak, ratusan ribu atau bahkan jutaan penumpang dapat menikmati produk asal Serbia. Demikianlah upaya kami untuk menghubungkan perusahaan-perusahaan dari Serbia dan Tiongkok serta memberikan nilai tambah bagi mereka," jelasnya.
Menurutnya, langkah selanjutnya dalam kerja sama BRI antara Tiongkok dan Serbia adalah pertukaran pendidikan dan budaya—sebuah kesepakatan yang dicapai oleh Xi Jinping dan mitranya dari Serbia, Aleksandar Vucic, dalam pembicaraan saat kunjungan kenegaraan Vucic ke Tiongkok pada akhir Mei lalu.
"Kini saya akan membahas inisiatif terbaru yang sedang kami jalankan, karena kami sangat berkeinginan agar lebih banyak mahasiswa dan profesor kami berada di Tiongkok. Kami juga berharap lebih banyak profesor dan mahasiswa dari Tiongkok dapat mengunjungi Serbia. Sebab, kami berpendapat bahwa untuk melakukan penelitian mengenai Sabuk dan Jalan, seseorang harus terjun langsung ke lapangan, ke lokasi tempat Prakarsa Sabuk dan Jalan itu benar-benar berlangsung. Jadi, inilah hal yang paling penting dalam upaya menghubungkan antarwarga," tuturnya.