Beijing, Bharata Online - Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, pada hari Senin (24/8) menyatakan bahwa situasi saat ini di Timur Tengah dan kawasan Teluk kembali berada pada titik kritis, seraya berharap pihak-pihak terkait akan segera kembali ke jalur dialog dan negosiasi.
Wang, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok, menyampaikan hal tersebut saat melakukan pembicaraan dengan Sheikh Jarrah Jaber Al-Ahmad Al-Sabah, Menteri Luar Negeri Kuwait, di Beijing. Wang menambahkan bahwa prioritas utama saat ini adalah meredakan ketegangan.
Wang mengatakan Tiongkok senantiasa sangat mementingkan hubungannya dengan Kuwait dan siap memanfaatkan peringatan 55 tahun pembentukan hubungan bilateral sebagai peluang untuk membangun kemitraan strategis Tiongkok-Kuwait dengan landasan yang lebih kokoh, hasil yang lebih berkualitas, serta substansi yang lebih kuat.
Wang juga menyatakan keyakinannya bahwa Kuwait akan terus mendukung posisi adil Tiongkok terkait isu-isu yang menyangkut kepentingan intinya serta menjamin keselamatan personel, institusi, dan proyek Tiongkok di Kuwait.
Jarrah mengatakan Kuwait sangat menghargai bantuan dan dukungan tulus yang telah lama diberikan Tiongkok kepada Kuwait dalam menjaga kedaulatan dan integritas wilayahnya. Ia juga menambahkan bahwa Kuwait memegang teguh prinsip Satu Tiongkok dan siap bekerja sama dengan Tiongkok untuk melaksanakan konsensus yang telah dicapai oleh kedua kepala negara.
Jarrah menyatakan bahwa Kuwait siap memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Tiongkok guna mendorong pemulihan keamanan dan stabilitas di Timur Tengah dan kawasan Teluk sesegera mungkin, serta menjaga kebebasan dan keselamatan jalur pelayaran internasional.