Beijing, Bharata Online - Awak misi Shenzhou-21 Tiongkok berbagi pengalaman mengenai misi bersejarah mereka dalam sebuah konferensi pers di Beijing pada hari Rabu (5/8), yang menandai penampilan publik pertama mereka sejak kembali ke Bumi pada akhir Mei 2026.
Ketiga anggota awak tersebut—Zhang Lu (komandan misi), Wu Fei, dan Zhang Hongzhang—telah menyelesaikan masa tinggal selama tujuh bulan di stasiun luar angkasa Tiongkok yang mencetak rekor durasi terlama bagi awak Shenzhou mana pun hingga saat ini.
Selama misi berlangsung, para awak mengalami operasi penyelamatan darurat pertama di stasiun luar angkasa Tiongkok, sebuah peristiwa yang disebut Zhang Lu sebagai pengalaman tak terlupakan.
"Kami mengalami dan menyaksikan beberapa peristiwa bersejarah yang pertama kali terjadi dalam program penerbangan antariksa berawak Tiongkok: pertama kalinya pesawat antariksa yang akan kembali tertunda akibat tabrakan dengan puing antariksa, pertama kalinya awak astronaut berganti pesawat untuk kembali ke Bumi, dan pertama kalinya peluncuran pesawat antariksa darurat. Kami melihat secara langsung bagaimana semua pihak yang terlibat dalam misi, baik di Bumi maupun di luar angkasa, bekerja bahu-membahu saat situasi darurat terjadi. Pengalaman ini semakin memperkuat keyakinan kami terhadap program antariksa Tiongkok," ujarnya.
Menurut Wu Fei, misi yang panjang tersebut juga memberikan perspektif baru mengenai Bumi bagi para astronaut.
"Dari luar angkasa, kita tidak bisa melihat batas-batas negara; yang terlihat hanyalah sebuah rumah indah yang harus dijaga bersama oleh seluruh umat manusia. Menghabiskan waktu 210 hari di orbit benar-benar menunjukkan kemampuan luar biasa dari program penerbangan antariksa berawak Tiongkok. Rasa bangga itu senantiasa menyertai kami setiap hari selama berada di luar angkasa," kata Wu.
Saat ditanya bagaimana mereka menjaga stamina selama masa tinggal yang begitu lama, Zhang Hongzhang berbagi beberapa kiat pribadi.
"Orang sering bertanya bagaimana saya bisa tetap begitu bertenaga dalam waktu yang lama di orbit. Menurut saya, dukungan dari tim di Bumi adalah fondasinya, saling mendukung antaranggota awak adalah kuncinya, dan kemampuan menyesuaikan diri adalah rahasianya," ungkapnya.
Zhang Hongzhang mengatakan budaya tradisional Tiongkok kaya akan cara-cara unik untuk menenangkan pikiran sekaligus memperkuat tubuh. Ia menambahkan bahwa saat hari mulai larut, ia kerap melantunkan puisi klasik dan berlatih tai chi sejenak; ia mencatat bahwa waktu singkat pun sudah cukup untuk memulihkan diri serta membuatnya merasa kembali bertenaga dan siap bekerja lagi keesokan harinya.
Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronaut Tiongkok melaporkan bahwa ketiga astronaut tersebut berada dalam kondisi fisik dan mental yang prima. Pemeriksaan medis menunjukkan bahwa kekuatan otot, daya tahan, dan fungsi kardiorespirasi mereka pada dasarnya telah kembali ke tingkat sebelum penerbangan, dan para awak diperkirakan akan kembali menjalani tugas serta pelatihan seperti biasa setelah masa pemulihan mereka.