Beijing, Bharata Online - Mahkamah Agung Tiongkok menerbitkan serangkaian ketentuan yang menjadi penafsiran yudisial pertama untuk mendukung Kode Ekologi dan Lingkungan negara tersebut pada hari Kamis (6/8).

Ketentuan-ketentuan ini dirancang untuk memastikan transisi hukum yang lancar antara aturan lama dan baru, serta menjamin penerapan Kode tersebut secara menyeluruh dan akurat.

Menurut Mahkamah Agung Rakyat (Supreme People's Court), ketentuan ini akan mulai berlaku bersamaan dengan berlakunya Kode tersebut pada tanggal 15 Agustus 2026.

Terdiri dari 13 pasal, ketentuan ini memperjelas standar umum dan aturan khusus bagi pengadilan dalam menerapkan hukum lama maupun baru saat menyidangkan kasus lingkungan setelah Kode tersebut berlaku.

Aturan ini menetapkan bahwa, pada prinsipnya, kasus yang didasarkan pada fakta-fakta yang terjadi sebelum Kode berlaku umumnya akan ditangani berdasarkan hukum dan penafsiran yudisial yang berlaku pada saat itu, sedangkan kasus yang muncul setelahnya akan diatur oleh Kode tersebut.

"Untuk tindakan melanggar hukum seperti pencemaran lingkungan dan kerusakan ekologis yang terjadi sebelum Kode berlaku, jika pelaku telah berinisiatif untuk menghilangkan atau memitigasi dampak buruk, secara efektif melaksanakan langkah-langkah pemulihan ekologi dan lingkungan, segera membayar ganti rugi, atau mengambil langkah serupa lainnya, maka ketentuan Kode tersebut dapat diterapkan untuk menjatuhkan hukuman yang lebih ringan. Hal ini bertujuan untuk secara aktif mendorong pelaku agar secara sukarela memenuhi tanggung jawab pemulihan ekologi dan ganti rugi, sehingga perlindungan terhadap lingkungan ekologis menjadi lebih baik," ujar Yang Linping, Wakil Presiden Mahkamah Agung Rakyat.

Kode Ekologi dan Lingkungan tersebut disahkan oleh badan legislatif tertinggi Tiongkok pada bulan Maret 2026. Kode yang memuat 1.242 pasal ini terdiri dari lima bab yang mencakup berbagai bidang, termasuk pengendalian pencemaran, perlindungan ekologi, serta pembangunan hijau dan rendah karbon.

Kode tersebut selaras dengan komitmen Tiongkok untuk mencapai puncak emisi karbon sebelum tahun 2030 dan mencapai netralitas karbon sebelum tahun 2060.