Beijing, Bharata Online - Sebuah tim peneliti Tiongkok telah merampungkan peta geologi terbaru untuk seluruh permukaan Bulan dengan skala 1:5 juta. Hal ini disampaikan oleh Institut Geologi di bawah naungan Akademi Ilmu Geologi Tiongkok (Institute of Geology, Chinese Academy of Geological Sciences/IGCAGS) pada hari Kamis (6/8).

Sebagai pembaruan ilmiah yang signifikan dari versi sebelumnya, peta ini secara efektif menyusun ulang sejarah geologi Bulan berdasarkan temuan penelitian terkini.

Secara khusus, salah satu pencapaian utama dari pembaruan ini adalah kalibrasi ulang era geologi purba Bulan. Peta baru tersebut memperbarui batasan usia ketiga periode geologi purba Bulan, yakni periode Aitkenian, Nectarian, dan Imbrian, yang secara sistematis dengan mengacu pada kemajuan terkini dalam kronologi internasional.

Yang tak kalah penting, sampel dari misi Chang'e-5 mengonfirmasi adanya aktivitas vulkanik di Bulan hingga 2 miliar tahun yang lalu, sehingga memperpanjang rentang waktu geologisnya sebesar 1 miliar tahun dari perkiraan sebelumnya yang hanya 3 miliar tahun. Data penanggalan independen itu kini menjadi landasan bagi skala waktu geologi Bulan secara global.

Dengan menyoroti berbagai temuan spasial tersebut, peta geologi global Bulan yang baru ini menjadi sarana komprehensif pertama yang memuat temuan eksklusif dari misi Chang'e-6.

Peta ini merinci usia batuan basal mare (dataran rendah vulkanik) yang relatif muda di sisi jauh Bulan—berdasarkan sampel Chang'e-6—serta mencatat sejarah vulkanik wilayah tersebut. Selain itu, peta ini mengungkap bahwa batuan KREEP—yang kaya akan unsur tanah jarang dan sumber daya strategis lainnya—tersebar jauh lebih luas dan melimpah di wilayah Oceanus Procellarum dibandingkan perkiraan sebelumnya. Temuan yang dicapai melalui penghilangan derau spektral (spectral noise) ini mendorong evaluasi ulang secara sistematis terhadap kristalisasi samudra magma awal dan evolusi termal internal Bulan.

Di luar data ilmiahnya, peta berukuran 2,8 x 1,2 meter itu memperkenalkan standar kartografi tersendiri. Dengan mengidentifikasi lebih dari 13.500 kawah tumbukan dan 81 cekungan, peta ini menggunakan skema warna unik yang berlandaskan logika geologi serta estetika tradisional Tiongkok, dengan menerapkan prinsip "warna lebih terang untuk usia lebih muda, dan warna lebih gelap untuk usia lebih tua".

Lebih jauh lagi, standar ini juga akan diterapkan dalam pemetaan geologi Mars dan asteroid di masa mendatang, sehingga mengakhiri ketergantungan pada sistem standar asing.